Lifestyle

Beli Daging, Balimau dan Hangatnya Hati Sambut Ramadhan

Padang, Prokabar.  (26/7/2017) sehari menjelang masuk Ramadhan. Suasana Ramadhan sudah sangat terasa. Di persimpangan jalan, pedagang dadakan menjual daging segar.

Di Padang misalnya di persimpangan Kuranji, Koto Tangah dan di beberapa titik di By Pass.

“Ada uang daging dari kantor harus dimanfaatkan, ” sebut Indra saat menawar daging di By Pass Kuranji.

“Untuk sahur pertama, mau masak rendang” kata Emi salah seorang pembeli.

Berkah, tentu saja iya. Jual beli meningkat, uang berputar cepat. Ibu-ibu ingin membahagiakan keluarga dengan masakan tak biasa. Beruntunglah bagi anda yang masih punya ibu.

Ketika matahari meninggi. Anak-anak muda mulai bersiap diri. Katanya akan pergi balimau. Balimaunl,  tradisi masyarakat Sumatera Barat sehari menjelang Ramadhan. Masyarakat berbondong-bondong ke tempat pemandian. Kemana saja? sungai, danau ataupun laut. 

Ketika masyarakat larut dengan euforia balimau, ulama dan tokoh masyarakat, mengimbau jangan pergi balimau. “Tidak ada balimau dan mandi mandi dalam ajaran islam,” ata seorang ustadz dalam ceramahnya si sebuah masjid.

Imbauan tersebut seolah hilang dalam hiruk pikuk. Pemandian ramai juga, sungai masih diserbu. Yang sibuk siapa? Polisi. Pol PP dan petugas yang menjaga keselamatan pengunjung.

Inilah Sumatera Barat, kuat di agama dan tradisi dijalankan. 

Balimau bahkan sudah menjadi magnet penarik pengunjung. Di Pangkalan, Kabupaten Limapuluj  Kota ada tradisi potang balimau. Ribuan orang datang melihat kapal kapal hias, dan mandi di Batang Maek. Di Solok juga ada, Pasaman, Solok Selatan dan daerah lainnya.

Ekonomi berputar, uang berpindah. Balimau tidak harus dilihat dari satu sisi saja. 

Anak-anak muda yang aktif di media sosial membuat lomba foto tema balimau. Hadiahnya lumayan handphone, pulsa dan hadiah hiburan lainnya. Tinggal foto dan kirim ke medsos genpi sumbar. 

Tujuannya menyemarakkan ramadhan dan mendukung pariwisata di Sumatera Barat. 

Mari balimau, jalin silaturahmi, saling memaafkan dan minta ampun kepada Allah SWT. Asal jangan dimanfaatkan pula momen ini untuk berbuat hal hal yang dilarang agama. Selamat datang Bulan Ramadhan (laf)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top