Belasan Walimurid Di Pasaman Mengadu Ke Wartawan, Ada apa?

Penulis -

Rabu, 1 Agustus 2018 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Tahun ajaran baru 2018/2019 telah dimulai. Sekitar satu bulan sudah proses belajar mengajar. Di Pasaman, dunia tahun ajaran baru ini sedikit tercoreng. Sederhana saja masalahnya, baju baru bagi siswa baru. Sejak dulu-dulu, selalu begitu. Kalaulah mampu orang tua murid, tidak apa namun jika tidak, begini jadinya.

Belasan orang tua murid di MTs Bonjol mengadukan nasib mereka atas kebijakan pihak sekolah. Tak tahu kepada siapa mereka mengadu. Pada pihak sekolah, takut nanti anak mereka bermasalah. Pada komite juga. Hingga akhirnya, mengadulah ke Bagian Humas Pemkab Pasaman dan wartawan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Tidak ada uang kami untuk membeli baju baru. Apalah daya, saat mendaftar dan diterima anak kami, tahu-tahu kami harus membayar sekian ratus ribu untuk pakaian, kokarde, logo nama dan sebagainya. Padahal baju lama milik kakak anak kami nan baru masuk ini masih ada dan bisa dipakai. Dimonopoli kami oleh pihak sekolah pak,” kata salah seorang wali murid pada Prokabar.com, Rabu (1/8).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menanggapi hal ini, Kepala MTs Bonjol Raflis, membenarkan adanya pungutan tersebut. Baju batik dan olahraga, serta perangkat lainnya satu stel semua. Cukup fantastis jumlahnya, Rp400 ribu untuk murid perempuan dan Rp300 ribu untuk laki-laki.

“Ini tidak wajib, hanya saja mungkin kesalahan kami pihak sekolah tidak memberi informasi kalau membeli baju ini tidak wajib pada wali murid. Kami mohon maaf, niat kami baik, yakni untuk menyetarakan seragam anak,” kata Raflis.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Bahkan, untuk solusi permasalahan ini, Raflis bakal mencari jalan keluar bagi para wali murid yang tidak mampu. Apaka itu diberi beasiswa atau semacamnya. “Sebenarnya ini bisa dibicarakan. Tapi sudahlah, semoga dengan kejadian ini kami pihak sekolah bisa mengkroscek diri,” tutup Raflis. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB