Tanah Datar, Prokabar – Tanah Datar sebagai salah satu tujuan wisata di Sumatra B arat memiliki lebih dari 150 destinasi wisata. mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata bahari, wisata budaya, atraksi seni tradisonal dan wisata kuliner ada di kabupaten ini.
Untuk mengembangkan sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif, pemerintah merangkul beberapa pihak yang berkompeten untuk peningkatan SDM pariwisata aparatur pemerintah, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat Tanah Datar sendiri, salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif RI yang diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif di Kabupaten Tanah Datar antara Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Republik Indonesia.

“Ini merupakan penghargaan luar biasa bagi Tanah Datar akan mendapat bimbingan dan pembinaan dari BEKRAF, sehingga nantinya pariwisata Tanah Datar semakin maju diiringi tumbuhnya ekonomi kreatif yang akan memberi daya dorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Bupati yang didampingi Kadis Parpora Edi Susanto.
Tanah Datar dengan keterbatasan Sumber Daya Alam yang dimiliki, tidak menyurutkan optimisme pemerintah dalam memajukan daerah. Tanah Datar dengan menyandang status Luhak Nan Tuo sekaligus pusat Budaya Minangkabau menjadi aset yang sangat berharga, sehingga sektor pariwisata menjadi prioritas bersama pembangunan Sumber Daya Manusia, pengembangan sektor pertanian dan perbaikan infrastruktur.
“Mudah-mudahan melalui penandatangan nota kesepahaman ini menjadi payung untuk lahirkan kerjasama di berbagai bidang untuk Tanah Datar sesuai tugas dan fungsi BEKRAF, apalagi kami sangat tersanjung dengan kehadiran langsung Wakil Kepala, Sestama dan seluruh deputi BEKRAF,“ sebut bupati.
Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf menyambut baik kerjasama ini dan berharap MoU tidak hanya sebatas diatas kertas tetapi menjadi kertas kerja yang bisa menjadi payung hukum untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Tanah Datar
“BEKRAF bertugas menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang efisien dan kondusif, dengan begitu para pelaku bisa berkarya lebih baik sehingga ekonomi kreatif bisa memberikan kontribusi peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat,” ucap Triawan.
Kadis Parpora Tanah Datar Edi Susanto menyebutkan ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep dan gagasan diera ekonomi baru yang mengintesifkan informasi dan kreatiftas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari SDM sebagai faktor produksi utama. Tanah Datar memiliki pelaku ekonomi kreatif di bidang seni pertunjukan di antaranya grup randai, saluang dendang, salawat dulang, seni tradisi, atraksi, kerajinan songket, batik Pariangan dan kuliner.
“Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi riset, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif, akses permodalan, infrastruktur, pemasaran, fasilitasi hak kekayaan intelektual dan regulasi, hubungan antar lembaga dan wilayah dan kegiatan yang dipandang perlu untuk pengembangan ekonomi kreatif,” pungkas edi
Pada tahun 2019 mendatang, BEKRAF akan menfasilitasi pemberian 100 buah Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Tanah Datar.
“HKI ini penting karena di antara tujuannya memberikan perlindungan secara hukum sehingga karya cipta milik masyarakat tidak dijiplak atau diakui pihak lain,” tutup Edi. (eym)
















