BEKRAF Dorong Ekonomi Kreatif di Padang, BI Siap Fasilitasi

Penulis -

Kamis, 14 Maret 2019 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Direktur Hubungan antar Lembaga Luar Negeri Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Candra Negara mendorong Kota Padang mengoptimalisasi sektor ekonomi kreatif. Hal ini tidak lebas dari pertumbuhan ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan. Pada tahun 2010, nilai transaksi ekonomi kreatif mencapai Rp 500 triliun dan naik signifikan pada 2018 yang nilainya sudah lebih dari Rp 1.000 triliun.

Catatan Candra, ada lima unsur yang wajib bekerja sama jika Kota Padang menghendaki keberhasilan di sektor ekonomi kreatif.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Ekonomi kreatif bisa bertumbuh jika ada lima unsur bekerja sama, yakni akademisi, pebisnis, seniman atau pekerja kreatif, pemerintah, dan media”, ungkap Candra.

Bahasan ini mengemuka di acara Padang Economic Conference (PEC) 2019, Kamis (14/3) di Hotel Grand Inna, Padang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Endy Dwi Tjahjono menyatakan, Bank Indonesia (BI) sudah memiliki program yang bisa memfasilitasi pertumbuhan ekonomi kreatif. BI menyatakan, sektor ekonomi baru, seperti ekonomi kreatif, diharapkan mendorong pertumbuhan dan lapangan kerja sehingga bisa mendongkrak ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sayangnya, Usaha Mikro Kecil Menenengah (UMKM) memiliki beberapa kendala, seperti modal terbatas, akses ke pasar, keterampilan sumber daya manusia, kesenjangan informasi di kalangan UMKM, dan kendala kerja sama dengan stakeholder lain”, urai Endy.

Karena itu, BI menerapkan empat strategi untuk tetap memberikan insentif kepada penggerak UMKM. Strategi tersebut adalah, pemberian infrstruktur keuangan sesuai peran bank sentral, peningkatan kapasitas UMKM dengan pelatihan, penurunan kesenjangan informasi di kalangan UMKM, dan memfasilitasi kerja sama UMKM dengan stakeholder lain.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Melengkapi gagasan dari Candra dan Endy, Guru Besar Universitas Andalas Prof. Sjafrizal menyampaikan empat ide konkret untuk ketangguhan ekonomi Kota Padang. Saran Prof. Sjafrizal yakni pemanfaatan potensi wisata, penjaminan ketersediaan bahan baku lokal, lokasi kegiatan usaha yang menguntungkan, dan proses produksi yang efisien. (rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB