Pariaman, Prokabar – Sebanyak 200 orang pengunjung masih terkurung di Pulau Angso Duo akibat cuaca buruk, mereka bertahan di penginapan dan mushalla. Kondisi tersebut membuat mereka terpaksa istirahat menunggu gelombang dan angin redup sampai aman dilintasi kapal penyeberangan.

Asrizal Kepala BPBD Pariaman menyebutkan petugas masih melakukan pengamanan dan mengirimkan selimut 200 buah selimut tebal milik logistik BPBD Pariaman. “Kondisi ombak yang masih tinggi disertai angin kencang, ditambah pasang surut membuat pengunjung tersebut belum bisa dibawa ke tepi pantai. Namun logistik berupa selimut sekitar 200 unit lebih sudah dibawa dan diantar ke pulau untuk pengunjung,” kata Asrizal.

Sementara itu, Tomi Wardana, salah seorang pedagang yang masih bersama pengunjung di Pulau Angso Duo membenarkan, kondisi angin dan gelombang masih berbahaya untuk diseberang. Sehingga mereka terpaksa bertahan meski tim Basarnas sudah akan sampai di Pariaman. “Air laut pasang surut akan menyulitkan kapal berlabuh. Ditambah ombak dan angin kencang mempersulit keadaan,” kata Tomi.
Bila memang kondisi tengah malam memungkinkan, lanjutnya, mungkin semua pengunjung baru bisa kembali ke tepi. Tapi jika tidak, terpaksa harus bermalam sampai pagi di Pulau Angso Duo, tutupnya. (rud)
















