Begini Kisruh Bangunan Pasar Koto Nopan

Penulis -

Sabtu, 19 Januari 2019 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kisruh tidak sesuai dokumen kontrak atas beberapa item kerja pembangunan Pasar semi modern Koto Nopan di Kecamatan Rao memasuki babak baru.

Kepala Dinas Perindagnaker Pasaman, Edison dinilai mencorengkan arang di wajah Bupati Pasaman, Yusuf Lubis. Kenapa tidak, pasar yang dibangun itu, tepat benar di kampung halaman bupati.

“Merinding saya, begitu bobroknya pengawasan pembangunan tersebut. Padahal di kampung bupati, benar-benar nekat rekanannya,” kata Ketua LSM Tipikor Pasaman, Oyon Hendri, Sabtu (19/1).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Perihal adanya komentar Kepala Dinas Perindagnaker, Edison yang menyatakan tidak perlu khawatir atas melencengnya spek pembangunan karena masih ada anggaran perawatan 5 persen dari nilai kontrak Rp800 juta yang ditahan pihak panitia, Oyon menilai Edison asal bercuap.

“Jangan asal melambai saja mulut Edison itu, jadi nampak bodohnya,” kata Oyon.

Dijelaskan Oyon, biaya perawatan 5 persen itu gunanya untuk perawatan. Sistem kerjanya, jika gedung selesai sesuai spek, tahu-tahu dalam jangka perawatan ada yang rusak, maka biayanya diambilkan dari 5 persen itu. 

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kalau kasus pasar ini, gedung dibangun tidak sesuai spek, otomatis ada kelebihan pembayaran, ada yang bermain dalam bobot begitu juga kualitas dan kuantitas pekerjaan. Jalan keluarnya, ya kembalikan, kalau tidak timbul kerugian keuangan negara, muaranya pasti jadi Korupsi,” kata Oyon.

Oyon meminta, agar pemerintah segera menyelesaikan permasalahan ini. Sebelum timbul riak di tengah masyarakat, atau ada pejabat yang terlilit kasus dugaan korupsi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sebelumnya, terungkapnya gedung pasar ini tidak sesuai spek saat Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dipimpin Kajari Pasaman Adhriansyah mensurvei hasil bangunan.

Taunya, ada catatan merah. Mulai dari adanya plafon yang harus diperbaiki, cat yang buruk sampai folding gate yang diduga anggarannya tidak sesuai satuan yang ada di kontrak tahun 2018 kemarin. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB