Pasaman, Prokabar — Kisruh tidak sesuai dokumen kontrak atas beberapa item kerja pembangunan Pasar semi modern Koto Nopan di Kecamatan Rao memasuki babak baru.
Kepala Dinas Perindagnaker Pasaman, Edison dinilai mencorengkan arang di wajah Bupati Pasaman, Yusuf Lubis. Kenapa tidak, pasar yang dibangun itu, tepat benar di kampung halaman bupati.
“Merinding saya, begitu bobroknya pengawasan pembangunan tersebut. Padahal di kampung bupati, benar-benar nekat rekanannya,” kata Ketua LSM Tipikor Pasaman, Oyon Hendri, Sabtu (19/1).
Perihal adanya komentar Kepala Dinas Perindagnaker, Edison yang menyatakan tidak perlu khawatir atas melencengnya spek pembangunan karena masih ada anggaran perawatan 5 persen dari nilai kontrak Rp800 juta yang ditahan pihak panitia, Oyon menilai Edison asal bercuap.
“Jangan asal melambai saja mulut Edison itu, jadi nampak bodohnya,” kata Oyon.
Dijelaskan Oyon, biaya perawatan 5 persen itu gunanya untuk perawatan. Sistem kerjanya, jika gedung selesai sesuai spek, tahu-tahu dalam jangka perawatan ada yang rusak, maka biayanya diambilkan dari 5 persen itu.
“Kalau kasus pasar ini, gedung dibangun tidak sesuai spek, otomatis ada kelebihan pembayaran, ada yang bermain dalam bobot begitu juga kualitas dan kuantitas pekerjaan. Jalan keluarnya, ya kembalikan, kalau tidak timbul kerugian keuangan negara, muaranya pasti jadi Korupsi,” kata Oyon.
Oyon meminta, agar pemerintah segera menyelesaikan permasalahan ini. Sebelum timbul riak di tengah masyarakat, atau ada pejabat yang terlilit kasus dugaan korupsi.
Sebelumnya, terungkapnya gedung pasar ini tidak sesuai spek saat Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dipimpin Kajari Pasaman Adhriansyah mensurvei hasil bangunan.
Taunya, ada catatan merah. Mulai dari adanya plafon yang harus diperbaiki, cat yang buruk sampai folding gate yang diduga anggarannya tidak sesuai satuan yang ada di kontrak tahun 2018 kemarin. (Ola)
















