Begini Cara Musisi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Penulis -

Senin, 28 Oktober 2019 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Yayasan Konservasl Alam Nusantara (YKAN) bekerja sama dengan Tony Wenas (Dewan Penasihat YKAN), WOLFTANK, dan Hard Rock Cafe menggelar acara musik bertaluk “l Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation,” di Hard Rock Cafe Jakarta, Senin (28/10).

Kolaborasi ini terjalin sebagai respons terhadap buruknya kualitas udara di Jakarta. Sempat beberapa kali menduduki peringkat lima besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, data dari Airvisual.com pada Minggu (20/10) menunjukkan sedikit penurunan, yakni menempati posisi ketujuh.

”Polusi udara Jakarta yang semakin buruk membuat kualitas hidup kita terus menurun. Untuk itu setiap individu punya peranan dalam membuat perubahan, dalam hal ini untuk lingkungan Jakarta,” kata Dewan Penasihat YKAN Tony Wenas.

Gruo band WOLFTANK bakar semangat pengunjung Hard Rock Cafe, Jakarta
Gruo band WOLFTANK bakar semangat pengunjung Hard Rock Cafe, Jakarta

Melansir riset dari The Nature Conservancy (TNC) yang dilakukan pada 2016, salah satu solusi untuk menciptakan kota yang sehat adalah dengan memanfaatkan infrastruktur alami.

Hutan mangrove menjadi salah satu infrastruktur alami dengan kemampuannya menyerap karbon hingga seribu ton per hektar dalam satu tahun.

Selain menyerap karbon, hutan mangrove juga mampu melindungi kawasan pantai kota Jakarta dari terjangan ombak besar dan abrasi (penyusutan) pantai.

Tony menjelaskan, upaya mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan mangrove dapat dilakukan melalui pelbagai cara, salah satunya melalui pagelaran musik.

“Musik adalah bahasa universal yang bisa menjadi wadah dalam menyuarakan pesan perubahan bagi kita semua,” ujarnya.

Direktur Eksekutif YKAN Rizal Algamar menjelaskan, misi menjaga konservasi bisa dilakukan oleh setiap lapisan masyarakat.

“Melalui ajang musik ini, kami melihat bahwa pesan-pesan perlindungan alam dan memelihara kehidupan yang selama ini menjadi misi kami, bisa dilakukan melalui cara kreatif,” ucap Rizal Algamar.

Hadir sebagai pengisi acara, band WOLFTANK membakar semangat pengunjung yang datang.

Mereka adalah musisi senior yang kipranya lebih dulu dikenal lewat sejumlah kelompok band legendaris neger. Yakni Ariyo Wahab dari The Dance Company, Kin Aulia dari The Fly, Tyo Nugros dari Dewa, dan Noev dari grup musik Java Jive.

”Alam seringkali menjadi inspirasi dalam berkarya. Kami pun percaya, musik dan kegiatan konservasi dapat berkolaborasi untuk menginspirasi dan mengajak semakin banyak orang terlibat, berkontribusi langsung melestarikan bumi,” ungkap Ariyo Wahab, vokalis WOLFTANK. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Alasan Memilih Asics Novablast 6 untuk Lari
Permata Warokka Luruskan Isu : ‘Bukan Istri Fariz RM, Tapi Rekan Profesional di Industri Musik’
‘Sampai Kapan’ , Debut Single Sang Maestra Ussy Pieters
The Palace Jeweler Resmi Hadir di Basko City Mall Padang, Tawarkan Berlian Mulai Rp 888 Ribu
Gerakan Satu Visi Ajukan Uji Materiil UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi 
Elzatta Sejukan Ambarrukmo Plasa Yogyakarta
Lanjutkan Kiprah Mendiang Ayahnya, Dimas Supartono Kenalkan Lagu “Seandainya”
Dinas Pariwisata Padang Dorong Kreativitas Desainer Lokal

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:58 WIB

Ini Alasan Memilih Asics Novablast 6 untuk Lari

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:59 WIB

Permata Warokka Luruskan Isu : ‘Bukan Istri Fariz RM, Tapi Rekan Profesional di Industri Musik’

Minggu, 15 Juni 2025 - 20:01 WIB

‘Sampai Kapan’ , Debut Single Sang Maestra Ussy Pieters

Kamis, 29 Mei 2025 - 17:23 WIB

The Palace Jeweler Resmi Hadir di Basko City Mall Padang, Tawarkan Berlian Mulai Rp 888 Ribu

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:47 WIB

Gerakan Satu Visi Ajukan Uji Materiil UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi 

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB