Nasional

Begini Cara Mengisi Ruang Medsos Dengan Hal Positif

Dibaca : 372

Surakarta, Prokabar — Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Siti Meiningsih mengajak agar seluruh mahasiswa ikut berpartisipasi dalam mengisi ruang media sosial (Medsos) dengan hal-hal yang positif.

Hal tersebut diungkapkan Meiningsih usai mengikuti acara talk show sosialisasi Pemilu 2019 dengan tema Dari Pemuda Untuk Indonesia yang diselenggarakan Kemenkominfo di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (13/9).

“Di media sosial itu banyak informasi yang tidak sesuai dengan data dan fakta yang sebenarnya, yang disebut hoax. Jika dikaitkan dengan Pemilu, sesuai tugas kami di Kominfo yakni melakukan sterilisasi dan edukasi terkait literasi media juga informasinya itu sendiri,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa dari sekitar 140 juta lebih pengguna internet hampir beberapa persennya adalah generasi milenial (generasi muda).

Menurut dia, media sosial juga kerap menciptakan kantong-kantong ideologi yang berhadap-hadapan dan senantiasa siap untuk saling mencela, terutama sekali bukan masyarakat, bangsa, tetapi kelompok, golongan, dan paham aliran tertentu.

Terkait jelang Pemilu 2019, ia menegaskan bahwa ini bukan hanya menjadi tugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi dan menindak pelanggaran kampanye hitam khususnya di media sosial yang kerap kali menyampaikan konten bernuansa provokasi, ujaran kebencian, hoax news dan fakenews.

Ia berharap agar generasi muda khususnya mahasiswa bisa ikut menangkal berita hoax dengan mengisi ruang di media sosial dengan yang positif.

Meiningsih juga meminta agar mereka tidak gampang percaya atau ikut menyebarkan berita- berita yang belum jelas kebenaranya di medsos. “Jangan percaya begitu saja berita berita yang belum jelas dan ikut menyebarkan yang belum persis bahwa informasi itu apakah benar atau ada manfaatnya atau tidak. Jika memang itu tidak benar dan ada di HP kita, kita delete (hapus) juga tidak apa- apa,” ujar dia.

Menurutnya, kebutuhan pendidikan pemilih sebagai upaya menyebarkan informasi serta menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sangat dibutuhkan saat ini, untuk mendorong pemilih pemula terlibat pada setiap tahapan pemilihan umum.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top