Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bawaslu Pesisir Selatan Sebut ada Empat Kerawanan Pilkada 2020

Dibaca : 315

Painan, Prokabar — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menyebutkan, ada empat konteks potensi kerawanan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP).

Komisioner Bawaslu, Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga, Syafrizal Chan mengatakan, empat konteks tersebut adalah sosial, politik, infrastruktur daerah dan pandemi Covid-19.

“Konteks ini adalah untuk mengantisipasi. Dimensi pertama yang diukur adalah sosial yang mana ada gangguan bencana tetapi terkait bencana alam dan bencana sosial serta kekerasan atau intimidasi pada penyelenggara, “ujarnya pada Prokabar.com Senin (27/7) di Painan

Konteks selanjutnya yakni pada dimensi sosial politik, potensi kerawanannya pada ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Konteks selanjutnya yakni terkait infrastruktur daerah, Bawaslu mengukurnya dengan dua aspek, yaitu dukungan teknologi informasi di daerah dan sistem informasi yang dimiliki penyelenggara pemilu.

Menyangkut soal aspek teknologi informasi, seperti daerah, yang agaknya susah mendapatkan jaringan, seperti, Kecamatan Bayang Utara, Rahul, Lunang dan Silaut, karena susah komunikasi.

Selanjutnya, termasuk juga pulau-pulau yang dihuni penduduk seperti pulau Kapo-Kapo, di Kecamatan Koto XI Tarusan.

“Ya, dalam pemetaan kami hanya beberapa daerah itu saja yang termasuk rawan konteks potensi dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), “ujarnya lagi.

Ia menambahkan, pada konteks infrastruktur daerah, tidak ada kecamatan rawan berat hanya rawan ringan. Sebanyak 15 Kecamatan terindikasi rawan ringan.

Namun, dalam konteks keempat yakni soal pandemi, potensi kerawanannya pada kurangnya partisipasi pemilih, dan itu tidak menjadi persoalan berat, tutupnya. (min)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top