Bawaslu Pasbar Petakan Indeks Kerawanan Pilkada 2020

Penulis -

Kamis, 18 Juli 2019 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasbar, Prokabar – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mulai melakukan pemetaan indeks kerawanan Pemilihan Kepala Daerah 2020.

“Kita memprediksi konsentrasi masa dan pemilih masuk kategori cukup rawan. Sebab, saat pilkada biasanya jumlah peserta sedikit dan rawan terjadi gesekan,” kata Ketua Bawaslu Pasaman Barat, Emra Patria di Simpang Empat, Kamis (18/7).

Selain pemetaan kerawanan secara internal, Bawaslu juga mengakomodir informasi dan masukan dari sejumlah organisasi kepemudaan, lembaga swadaya masyarakat dan media massa sebagai mitra pengawasan selama tahapan pemilu nantinya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia mengaku kerawanan pilkada akan berbeda dengan pemilu serentak pada April lalu, karena pada pilkada nanti jumlah peserta akan sedikit sehingga membuat konsentrasi masa terpecah di beberapa titik dan dukungan saja.

“Hal itu sangat rawan terjadi gesekan. Tentu diharapkan nantinya pemetaan itu dapat bahan untuk pengawasan dan mencari antisipasinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Pihaknya juga berupaya mengawasi data pemilih dan meminta KPU selaku penyelenggara memastikan data pemilihan dengan optimal dan tidak muncul daftar pemilih khusus dalam jumlah yang sangat banyak.

“Kita juga akan memberikan pengawasan khusus terhadap Aparatur Sipil Negara yang dinilai sangat rawan terlibat politik praktis saat pilkada terutama pemilihan bupati dan gubernur,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menurut dia, dalam pengawasan dibutuhkan langkah pencegahan dan sosialisasi baik secara lembaga atau personal.

Meskipun masuk dalam kategori daerah sangat rawan gesekan di Sumbar, Bawaslu meyakini pelaksanaan pemilihan kepala daerah bupati dan gubernur nanti bisa berjalan lancar.

“Bawaslu dan KPU serta instansi terkait lainnya sudah memulai tahapan dan berupaya mencegah munculnya polemik atau gesekan masa saat pemilu nantinya,” katanya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB