Bawaslu Pasaman Mulai Petakan Daerah Rawan Terjadinya Pelanggaran Pemilu

Penulis -

Sabtu, 3 Desember 2022 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pasaman, agaknya tidak akan pandang bulu dalam pencegahan dan penanganan pelanggaran pemilu.

Hal ini ditegaskan Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita dalam rapat konsolidasi dan proses pengawasan bersama Panwascam dan Sekolah Kader Pengawas Pemilu (SKPP) se Kabupaten Pasaman.

Bahkan Rini didampingi dua komisionernya, Mesrawati dan Kristian mengakui kalau Bawaslu Pasaman memiliki kepastian hukum bagi yang melakukan pelanggaran Pemilu.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Ini kami buktikan pada Pemilu beberapa tahun lalu. Saat ada beberapa ASN yang ngelike postingan di facebook salah satu kontestan politik. Sementara kita sama ketahui, netralitas ASN itu harga mati. Jadi laporannya naik dan ASN ini dapat sangsi tegas berupa sanksi adminitratif dari Komisi ASN. Sehingga karirnya terhalang,” kata Rini.

Tindakan ini diapresiasi oleh Doktor Yulhendri, salah satu dosen di UNP yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Untuk peserta dari SKPP dan Panwascam, melalui saudara sekalian saya ingin nantinya di Pemilu 2024 Bawaslu Pasaman menjaga integritasnya dalam kepastian hukum bagi para pelanggar,” kata Yulhendri.

Dilanjutkan Mesrawati, dalam kegiatan konsolidasi pengawasan bersama Panwascam dan SKPP ini, Bawaslu Pasaman dan jajaran mencoba melakukan pemetaan daerah-daerah rawan terjadinya tindakan pelanggaran Pemilu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Nantinya, setelah pemetaan ini berhasil, maka Bawaslu bakalan menyusun serangkaian tindakan nyata untuk proses pencegahan pelanggaran Pemilu.

“Mencegah lebih baik dari pada menangani terjadinya pelanggaran. Ini konsep yang harus ditanamkan dulu. Bila masih terjadi pelanggaran Pemilu, seperti yang ditegaskan ketua kami tadi, kepastian hukum ada dan kami tidak akan pandang bulu,” pungkas Mesrawati didampingi Kristian. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB