Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bawaslu Agam Tertibkan 7926 APK dan Iklan Layanan Serta 10 Kegiatan Kampanye

Dibaca : 140

Agam, Prokabar — Jajaran Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Agam tertibkan 7.926 Alat Perasa Kampanye (APK) dan Iklan Layanan serta 10 kegiatan diduga kuat melanggar ketentuan Pemilu maupun Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu dan Komisioner Bawaslu Agam Eri Effendi beberapa waktu lalu.

“Ya, penertipan APK dan iklan layanan itu sesuai aturan yang berlaku. Dan telah dilakukan pada akhir pekan lalu. Dan kami berhasil menertipkan 7.926 buah APK dan Iklan Layanan,” ungkapnya kepada Prokabar.com beberapa waktu lalu.

Untuk APK seperti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati mencapai 5.334. Untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur sebanyak 2.551 buah. Dan sekitar 41 merupakan iklan layanan publik.

Berdasarkan jenis terdata, 171 billboard, 1.868 baliho, 5.453 spanduk, 96 umbul-umbul dan 338 bahan kampanye.

“Hingga saat ini kami masih terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah pihak dan tim sukses masing-masing paslon. Berharap tidak ada satupun pasangan calon yang melewati rambu-rambu yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Eri Effendi, Komisioner Bawaslu Agam (Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran) menjelaskan sejauh ini Bawaslu Agam telah berhasil mencegah 10 agenda kegiatan tim beserta pasangan calon yang hendak melakukan kampanye. Dalam kondisi wabah pandemi Covid-19 saat ini, semua kegiatan sangat terbatas. Memiliki banyak ketentuan sesuai aturan Perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ditambah ketentuan Pemilu 2020 yang berlaku.

” Hingga saat ini, kami juga telah berhasil melakukan pencegahan terhadap sejumlah kegiatan kampanye dengan potensi pelanggaran pemilu dan protokol kesehatan covid-19. setidaknya ada 10 kegiatan berhasil digagalkan, sehingga kegiatan menghimpunan banyak orang dan diluar ketentuan batal terlaksana,” jelas Eri.

Sesuai IKP atau Indek Kerawanan Pelanggaran di Kabutapen Agam, lanjutnya, cukup tinggi dan menjadi acuan Bawaslu dalam meningkatkan pengawasan. Dengan demikian harus lebih masif dan aktif melakukan pencegahan dini.

Pencegahan dapat berhasil dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat. Berbagai organisasi kemasyarakat, kepemudaan, wanita dan pelajar harus diajak untuk dapat berperan aktif. Melakukan pengawasan dan memberikan informasi kepada Bawaslu.

Kerjasama dengan semua pihak itu menambah informasi, membuat Bawaslu Agam akan semakin mudah melakukan pencegahan maupun penindakan pada pelanggar pemilu 2020 ini.

“Adanya beberapa kasus anggota Bawaslu dan Sekretariat terpapar covid-19, menjadi pelajaran berharga pada kami. Untuk tetap memperketat protokol kesehatan tanpa harus mengurangi pengawasan dan penindakan nantinya. Sehubungan itu, dengan peran serta semua pihak melalui kesadaran tinggi menjaga demokrasi yang adil, jujur dan adil. Menggiring masyarakat semakin cerdas dalam memilih pemimpin untuk kemajuan bangsa dan negara ini nantinya,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top