Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bawaslu Agam: IKP Kabupaten Agam Naik Level 6 Rangking 10 Secara Nasional

Dibaca : 253

Lubuk Basung, Prokabar — Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Kabupaten Agam melonjak tajam dari 60,72 pada level 5 rangking 26 secara nasional menjadi 66,99 pada level 6 rangking secara nasional. Sebelumnya level IKP dipetakan pada 2019 dan masuk pada katagori rawan tinggi.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Agam, Elvis didampingi Iska Armaini, Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Agam, Hendra Susilo selaku Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Agam, Yuli Zambra, saat menggelar pertemuan dengan mitra kerja dan Forkopimda Kabupaten Agam di Kantor Bawaslu Agam, Lubuk Basung, akhir pekan lalu.

“Semakin meningkatnya kerawanan Pilkada serentak tahun 2020 dimasa pandemi Covid-19, maka kami sangat mengharapkan kerjasama semua pihak untuk meningkatkan pencegahan dan pengawasan secara maksimal. Bertujuan menghindari konflik dan sengketa nantinya,” Terang Elvis.

Pengukuran angka Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) berdasarkan empat dimensi. Yakni dimensi Konteks Sosial, Konteks Politik, Konteks Dukungan Infrastruktur daerah dan Konteks Rawan Pandemi Covid-19.

Di Kabupaten Agam Dimensi Dukungan Infrastruktur Daerah dikategorikan skor IKP tertinggi dari empat dimensi kerawanan. Yaitu pada level 6 dengan skor IKP 87,80 berada pada peringkat 9 secara nasional.

Empat dimensi itu yakni dimensi Konteks Sosial, Konteks Politik, Konteks Dukungan Infrastruktur daerah dan Konteks Rawan Pandemi Covid-19. “Kendala kita saat ini, terdapat beberapa kecamatan yang masih kesulitan jaringan internet. Sementara pengiriman laporan data dari anggota di lapangan melalui daring. Sehingga selalu menjadi masalah percepatan update saat ada persoalan atau temuan nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Ismul Hamdi, Komisioner KPU Agam membenarkan kondisi itu. Terkait di daerah Palupuah, Malalak dan Palembayan daerah paling rawan dan sulit jaringan internet. Ditambah lagi daerah cukup sepi membuat anggota yang bekerja melakukan pendataan satu orang satu Nagari, sering meminta ditemani.

“Selain itu, kondisi daerah rawan bencana juga menjadi persoalan. Kita di KPU dan Bawaslu Agam. Karena Agam memiliki daerah geografis terberat dan paling rawan bencana alam di Sumatra Barat. Anggota kita pernah terjebak di antara longsor. Ditambah lampu mati, sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan kami di Komisioner,” urainya.

Iska Armaini, Kodiv Hukum, Data dan Informasi menambahkan Bawaslu Agam sangat serius menjaga integritas bersama jajaran di lapangan.

“Kami sangat serius menjaga netralitas dan integritas Bawaslu Agam. Terbukti salah seorang anggota Panwaslu kami, diduga terlibat partai politik. Dan harus dikualifikasi

Bawaslu juga telah menjalin kerjasama dengan Diskominfo Agam dalam pengembangan PPID. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top