Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Bawasalu Kembali Ingatkan Kemendagri Terkait Larangan Mutasi Jelang Pilkada

Ilustrasi
Dibaca : 127

Jakarta, Prokabar — Masalah mutasi pejabat termasuk aparatur sipil negara (ASN) di daerah,  menjelang Pilkada 2020 menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Menurut penuturan Ketua Bawaslu RI, Abhan, pihaknya telah  mengingatkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M.Tito Karnavian.

“Kami melarang mutasi jabatan jelang pilkada guna menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) di daerah,” kata Abhan dalam keterangannya, dilansir Minggu (19/01).

Abhan mengatakan hal itu merupakan amanat UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Karenanya Bawaslu pun melakukan koordinasi dengan Kemendagri.

“Perkiraan kami 224 daerah punya potensi petahana maju lagi, maka di situ titik penting soal netralitas ASN. Koordinasi kami dengan Mendagri direspons, nanti Kemendagri akan mengeluarkan surat edaran agar tidak terjadi pelanggaran soal netralitas ASN,” paparnya.

Abhan menjelaskan Pasal 71 ayat (2) UU Pilkada melarang pejabat melakukan mutasi enam bulan sebelum penetapan paslon pilkada. Pasal 190 menyebut orang yang melanggar diancam penjara maksimal enam bulan dan dan denda Rp6 juta.

Di sisi lain Abhan mengatakan pihaknya juga sudah menyurati pemda-pemda penyelenggara Pilkada Serentak 2020 terkait hal itu. Bawaslu juga akan menggelar sosialisasi pelarangan mutasi mulai bulan depan.

Sedangkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengatakan, Tito menyambut baik peringatan itu. Dia bilang Tito akan segera menyurati kepala daerah untuk tak melakukan mutasi mendekati penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

Bahtiar menambahkan batas terakhir melakukan mutasi adalah 8 Januari 2020 lalu. Setelah tanggal itu, mutasi boleh dilakukan dengan persetujuan langsung dari Tito.

“Kecuali izin Menteri Dalam Negeri. Tentu izin Mendagri kita lakukan selektif, memastikan bahwa mutasi-mutasi yamg dilakukan itu tidak dalam rangka mobilisasi atau mendukung paslon tertentu,” tegasnya. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top