Tanah Datar, Prokabar – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan saat ini mulai terjadi kelangkaan bawang putih di pasaran akibat penghentian sementara impor berbagai komoditi dari Tiongkok akibat merebaknya virus Corona.
Kunjungannya ke Pasar Raya Padang beberapa waktu lalu, kelangkaan dan kenaikan harga bawang putih terjadi, dimana satu kilogram biasanya Rp28 ribu, sekarang menjadi Rp 50 ribu. Kemungkinan harga akan terus meningkat.
Hal ini diungkapkan Nasrul Abid saat panen bawang putih bersama kelompok Wanita Tani (KWT) Legumer panen bawang putih di Jorong Gunung Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru.
Lebih lanjut Wagub mengatakan, Provinsi Sumatera Barat sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini, ke bagian distribusi Kementerian Pertanian untuk meminta tambahan pasokan bawang putih.
“Nah, sambil menunggu proses tambahan pasokan itu, hari ini kita panen bawang putih. Ini salah satu upaya kita mengatasi itu. Mudah-mudahan bisa menambah pasokan, hasil panennya mencapai empat hingga enam ton untuk satu hektar, untuk Sumbar ada 490 hektar, selain Tanah Datar juga ada Solok dan Agam,” ujar Nasrul Abit.
Selain itu Wagub juga mengatakan sudah saatnya masyarakat bertani tidak sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari tetapi sudah berorientasi ekonomi, mempertimbangkan untung dan rugi.
“Jika tidak untung, alihkan ke tanaman lain,” pungkasnya. (eym)
















