Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bawa Misi Penyelamatan, Kesbangpol Sumbar Apeli Remaja Pasaman

Dibaca : 213

Pasaman, Prokabar — Kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang bersifat lintas negara. Kejahatan terorganisir dan kejahatan serius yang dapat menimpa seluruh lapisan masyarakat dan menimbulkan kerugian sangat besar, terutama dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi dan keamanan. Tidak sedikit remaja jadi sasaran barang haram ini. Bahkan sampai-sampai oknum penegak hukum ikut terlibat. Semua dipukul rata oleh para pengedar. Akibatnya, masa depan jadi suram. Bahakan sampai dipenjara.

“Hal ini menunjukkan bahwa narkoba penyebarannya tidak mengenal usia, tempat maupun jabatan,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra , Mulyatmin saat membuka sosialisasi pengawasan dan pencegahan perbuatan maksiat bagi generasi muda dan pelajar SMA/SMK se Kabupaten Pasaman yang digelar Badan Kesbangpol Sumbar di Aula Hotel Flom Mitra Lubuk Sikaping, Kamis (24/10).

Dilanjutkan Mulyatmin, saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada permasalahan yang cukup memprihatinkan terutama dalam masalah penyakit masyarakat, serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Permasalahan itu telah menjadi masalah yang kompleks dan multidimensional serta perkembangannya telah menunjukkan kondisi yang semakin memprihatinkan dan menjadi ancaman serius terhadap henerasi muda, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

“Makanya, salah satu cara untuk memberantas penggunaan narkoba adalah dengan mengkampanyekan gerakan anti narkoba di sekolah-sekolah dan seluruh lapisan masyarakat yang diharapkan nantinya dapat memberi pengetahuan dan komitmen bagi kita semua dalam membentengi diri terhadap penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.

Mulyatmin menyebutkan, untuk mengantisipasi permasalahan tersebut diharapkan sinergitas yang baik antara pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri dan instansi lainnya termasuk masyarakat didalamnya agar peredaran narkoba dan miras serta penyakit masyarakat lainnya dapat dihilangkan di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman ini.

“Semua pihak mesti bersatu, karena untuk mencegah perilaku negatif ini tidak bisa dijalankan sendiri,” terangnya.

Sementara itu, kata Mulyatmin kalangan pelajar dan mahasiswa juga dituntut untuk berperan aktif ikut mensosialisasikan ancaman dari persoalan dan perilaku menyimpang tersebut kepada masyarakat di lingkungannya.

Lebih lanjut, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumbar, Nazwir dalam laporannya mengatakan, pencegahan dan pemberantasan maksiat sebagaimana telah diatur dalam peraturan daerah provinsi Sumatera Barat nomor 11 tahun 2010, merupakan salah satu wujud nyata penerapan filosofi masyarakat Minangkabau yakni adat basandi ayara’, syara’ basandi kitabullah di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Kata Nazwir, masyarakat Sumbar yang dikenal kuat dengan adat dan agama, sejatinya daerah ini harus bebas dari berbagai pengaruh dan penyakit masyarakat. Namun, akibat dari perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi serta perkembangan teknologi, sehingga mengakibatkan perubahan nilai-nilai sosial budaya dalam kehidupan masyarakat yang akhirnya dapat mengubah tatanan kehidupan dan menganggu keharmonisan hidup berkeluarga, dan bermasyarakat.

Menurutnya, mencegah dan memberantas maksiat sangat urgen sekali bagi semua kalangan masyarakat, terutama generasi muda. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top