Batu Grib Ternyata Membahayakan Saat Tsunami

Penulis -

Rabu, 6 Februari 2019 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Batu grip pemecah ombak yang dibangun di pantai untuk mengantisipasi abrasi dan banjir rob, tidak bermanfaat untuk mengantisipasi tsunami, malah bisa membahayakan.

“Gelombang tsunami itu akan menyapu batu grib tersebut dan membawanya bergulung-gulung ke daratan hingga berbahaya bagi makhluk hidup yang kena terjang,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo di Padang, Rabu.

Ia mengatakan itu dalam acara Ia mengatakan itu dalam Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Gempa-Tsunami bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah di Padang.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Menurutnya jika diterjang tsunami cara yang paling baik adalah dengan mencari sesuatu yang mengapung dan bisa dinaiki, karena dalam arus tsunami itu sangat banyak material yang berpilin seperti dalam blender.

Ia menyebut pengalaman dalam tsunami Aceh, orang yang bisa menggapai sesuatu untuk mengapung punya kesempatan hidup lebih besar. Jika masuk dalam arus, kemungkinan hidup sangat tipis.

Doni merekomendasikan batu grib itu diganti dengan pohon endemik yang telah terbukti bisa membantu meredam ganasnya gelombang tsunami.

Jenis pohon yang bisa dijadikan “benteng vegetasi” itu diantaranya cemara udang yang terbukti cukup efektif menahan efek gelombang tsunami di Phuket Thailand pada 2004.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Pohon bakau juga bisa membantu seperti halnya terjadi pada tsunami di Donggala Oktober 2018. Ia meminta jenis tanaman itu, yang saat ini telah ada agar dilindungi dan tidak ditebang. Pihak yang mencoba menebang harus diberi sanksi tegas.

Kemudian pohon Palaka yang sangat besar dengan tinggi bisa mencapai 40 meter. Pohon itu asal Ambon dan kemungkinan bisa dibiakkan di daerah lain termasuk Sumbar.

Pohon Pule, Ketapang, Waru, Beringin dan Mahoni diyakini juga cocok untuk meredam kuatnya gelombang tsunami.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Nanti masing-masing daerah bisa menjajaki jenis pohon yang lebih cocok untuk ditanami di pinggir pantai sebagai benteng vegetasi,” katanya.

Selain itu, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota juga memperkuat koordinasi terutama untuk antisipasi jika bencana benar-benar terjadi.

“Pengalamannya, saat bencana itu koordinasi paling sulit. Karena itu sejak awal harus dipersiapkan,” ujarnya.

Kepala BNPB Letjen Doni juga mengunjungi Mentawai secara langsung untuk melihat kesiapan masyarakat di kepulauan yang menyimpan potensi gempa 8,8 SR itu.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB