Batik Ampas Kopi Kekayaan Budaya Nagari Pariangan

Penulis -

Kamis, 7 Juli 2022 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Batik Ampas Kopi produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rumah Batik Pariangan, Nagari Pariangan, Tanah Datar menjadi salah satu produk yang dikunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat kunjungan penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Rabu, (6/7).

Dikatakan Sandi, kerajinan batik dari Ampas Kopi merupakan kekayaan budaya yang sangat ramah lingkungan dan butuh dukungan Pemerintah Daerah untuk terus mengembangkannya.

“Kepada Pemerintah Daerah melalui dinas terkait diharapkan terobosan mendukung kerajinan ini, salah satu cara dengan menjadikan Batik Ampas Kopi sebagai seragam ASN,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Salah seorang anggota UMKM Nurlinda Wati bersama Rahmat selepas acara penilaian mengatakan, Batik Ampas Kopi diawali dengan penelitian yang dilakukan Rina Aziz yang juga menjabat Ketua Kadinda Tanah Datar bersama Ketua Ikatan Cendekiawa Pariwisata Indonesia Prof. Azril Azhari.

“Percobaan membatik sudah dimulai semenjak 2 tahun lalu, berbagai kendala ditemui seperti motif batik tidak bertahan lama, namun berkat berbagai percobaan akhirnya permasalahan itu bisa diatasi,” kata Nur.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ditambahkan dia, saat ini UMKM Rumah Batik Pariangan setahun belakangan sudah memproduksi Batik Ampas Kopi dan sudah dipasarkan melalui online ataupun langsung di galeri UMKM di Pariangan.

“Batik ini mengeluarkan aroma wangi khas kopi yang disukai konsumen, Alhamdulillah penjualan sudah cukup banyak. Dan produk Batik memanfaatkan limbah Ampas kopi ini sudah memiliki Surat Pencatatan Ciptaan dari Kemenhum dan HAM RI,” tukas Nur.

Ditambahkan Rahmat, bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin melihat langsung proses produksi Batik dari Ampas Kopi bisa datang setiap hari Sabtu dan Minggu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Di galeri UMKM ini, setiap Sabtu dan Minggu kita ada proses produksi, seperti proses mewarnai dan canting batik. Wisatawan bisa melihat langsung di galery ini,” katanya.

Tidak itu saja, tambah Rahmat, di UMKM Rumah Batik Pariangan juga memproduksi Batik Tanah Liek.

“Kita juga memproduksi Batik Tanah Liek, khusus batik ini untuk 1 helai batik kita membutuhkan waktu produksi sampai sebulan bahkan lebih,” tukasnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB