Baterai Sirene Tsunami di Pariaman Hilang Dicuri

Penulis -

Jumat, 26 Juli 2019 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Sumatera Barat mencatat tiga baterai sirene peringatan dini tsunami di daerah itu hilang periode Januari-Juni 2019.

“Ketiga baterai itu sudah kami ganti dengan yang baru sehingga sudah berfungsi kembali,” kata Sekretaris BPBD Kota Pariaman Yunaidi, Jumat.

Pihak BPBD setempat telah berupaya agar baterai tersebut tidak hilang salah satunya dengan menitipkannya kepada warga yang ada di lokasi namun tetap saja dicuri.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Padahal, lanjutnya baterai itu dibutuhkan untuk daya sirene guna memberitahukan warga bahwa pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi potensi tsunami.

“Dengan alat ini warga bisa mengetahuinya dan segera menyelamatkan diri ke zona hijau atau tempat yang tinggi,” katanya.

Pariaman memiliki 19 sirene peringatan dini tsunami yang terdapat di setiap desa yang berada di pesisir pantai Pariaman.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Sirene itu kami titipkan di rumah sekolah, mushala, dan sejumlah lokasi lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Rahmat Triyono meminta masyarakat untuk memahami tingkatan kebencanaan peringatan tsunami.

“Ada tiga tingkatan peringatan tsunami yaitu waspada, siaga, dan awas,” kata dia pada Sekolah Lapang Geofisika di Pariaman, Rabu (19/6).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menyampaikan masyarakat dapat meminimalisir potensi dampak tsunami dengan segera menjauhi pantai apabila gempa kuat terjadi.

Sambil menjauhi pantai, lanjutnya masyarakat diminta untuk mencari informasi terkait pusat dan kekuatan gempa serta potensi tsunami.

“Jadi jangan tunggu BMKG keluarkan peringatan atau sirene berbunyi karena memakan waktu,” ujarnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB