Pasaman, Prokabar — Kepengurusan DPD KNPI Pasaman baru saja dilantik. Mulai dari ketua hingga anggota. Besar misi dan visi kepemudaan di pundak kepengurusan baru ini. Namun menjalankan visi misi itu, agaknya tak bakal berjalan mulus. Ini sebabnya.
Aroma mosi tidak percaya hingga adanya pengunduran diri hingga surat permintaan musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) tercium keras saat pelantikan kepengurusan di aula Kantor Bupati Pasaman, Rabu (31/10).
Banyak kepengurusan inti tidak hadir dalam pelantikan oleh Ketua DPD KNPI Sumatera Barat, Fadly Amran. Dari 118 pengurus, hanya 20 persen yang hadir.
Bukan tanpa sebab, para pengurus inti ini enggan melanjutkan perjuangannya di DPD KNPI Pasaman lantaran tidak percaya lagi dengan sang ketua Muhammad Fatahuddin.
Sekretaris DPD KNPI terpilih, Eko Fitra menjelaskan, mosi tidak percaya ini timbul karena ulah Fatahuddin sendiri. Tiga bulan setelah terpilih secara aklamasi, ia tak bisa menunjukan layaknya seorang pemimpin.
“Mulai dari tidak hadir dalam momen penting seperti kirab pemuda bulan lalu, tidak hadir saat rekan seperjuangannya terjun di tengah masyarakat saat bencana. Sampai masalah kepengurusan lainnya, ia cuek bebek tak mau peduli. Entah karena ia berdomisili di Padang entah kenapa sampai begini. Kalau tidak sanggup, angkat bendera. Biar jelas mau dibawa kemana KNPI Pasaman ini,” kata Eko.
Diakui Eko, ia salah satu pihak yang tidak hadir dalam pelantikan. Begitu juga dengan belasan puluhan pengurus inti lainnya. “Sudah jauh-jauh hari, permasalahan ini kami diskusikan bersama. Namun Fatahuddin tak pernah menampakan batang hidungnya. Awalnya saya optimis hal ini bisa diperbaiki, namun saat menjinanakan permasalahan ini, Fatahuddin tidak merespon. Akhirnya gelombang keluar dari organisasi tak terbendung lagi dari anggota ” katanya.
Wakil Ketua KNPI Pasaman, Heri Sumarno menambahkan, ia juga tidak hadir dalam pelantikan. Dari 19 orang wakil ketua hanya satu orang yang hadir. “Paling parah itu tidak transparannya keuangan KNPI, otoriter dan individualisme,” kata Heri.
Sementara itu Wakil Ketua KNPI Pasaman bidang Ekonomi, Aulya Mukhtar menegaskan, Fatahuddin lancang, bertindak bak raja. Awalnya, sesuai rapat pleno sebelumnya telah ditunjuk panitia pelantikan, namun ketua KNPI terpilih membentuk sendiri panitia untuk pelantikan hari ini.
“Panitia pelantikan yang kami bentuk tidak diakui oleh ketua, buktinya dia membentu pula sendiri. Dalam hal ini kami telah mengajukan ke DPD KNPI Sumbar untuk diadakan Musdalub” tegasnya.
Di sisi lain Fatahuddin mengakui, semenjak dirinya terpilih sebagai ketua DPD KNPI Kabupaten Pasaman pada beberapa bulan lalu, pengurus KNPI Pasaman belum bisa memberikan kontribusi yang begitu banyak untuk kemajuan Pasaman. Namun, kedepannya di bawah pimpinanya seluruh pengurus DPD KNPI kabupaten dan kecamatan akan terus menjalin komunikasi yang baik untuk kemajuan Pasaman. (Ola)
















