Pasaman, Prokabar — Suasana mendung mengelilingi Kabupaten Pasaman. Awan hitam bertebaran di sana-sini. Diikuti hujan gerimis yang membasahi tanah Pasaman Saiyo.
Ditatapnya langit Pasaman itu oleh mantan orang nomor satu di Pasaman, Benny Utama. Ia bergumam sembari duduk dengan sedikit senyuman di bangku sekretariat Golkar.
“Mari kita singkirkan awan hitam ini,” gumamnya dengan penuh semangat.
Di tangan mantan orang nomor satu ini, puluhan ribu suara rakyat berhasil digenggam. Untuk melaju ke kursi DPRD Provinsi Sumatera Barat.
“Ini adalah bentuk amanah yang sangat luar biasa. Saya bangga, masyarakat akhirnya kembali mengamanahkan kepercayaam mereka untuk membangun negeri ini,” kata pria yang dijuluki bapak pembangunan selama duduk di kursi Bupati Pasaman, periode 2010-2015.
Perihal bapak pembangunan, jangan ditanya apa yang ia perbuat untuk Pasaman selama menjadi orang nomor satu di ranah Pasaman saiyo. Daerah lain pada umumnya pendidikan gratis hanya sampai SMP, di Pasaman sampai SMA. Tidak ada lagi daerah yang terisolir. Fasilitas jalan ke perkampungan, semua sudah bisa ditempuh kendaraan roda dua dan empat. Sampai-sampai, jalan ke perkebunan, juga ikut dilakukan pembangunan. Fasilitas umum meningkat, ekonomi masyarakat membaik. Anak-anak mengecap pendidikan penuh. APBD meningkat tiap tahun, belum lagi kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK), seperti hujan deras dari pusat. Ditambah, semua terkelola dengan baik. Pasaman minim kriminalitas, terutama tindak pidana korupsi.
Pantauan prokabar.com, kini, semua berbanding terbalik. APBD Pasaman terjun bebas, serapan anggaran rendah dari tahun ke tahun. DAK tak lagi terkelola dengan baik. Masalah pembangunan muncul sana-sini. Kasus korupsi pun, tidak satu dua yang mendarat di ruang penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman. Belum lagi dunia pendidikan. SD dan SMP tinggal nama, pendidikan gratis. Dana BOS ada, tapi untuk membeli sampul rapor saja, walimurid harus membeli sendiri. Pergi lomba membawa nama Pasaman, pakai biaya sendiri. Bila menang, hadiah di bagi dua. Setengah untuk murid, setengah lagi untuk sekolah. Ini semua, seperti pemberitaan sebelum-sebelumnya.
Lebih lanjut, Benny Utama mengaku, sebagai salah satu Caleg untuk DPRD Pasaman, ia berhasil lolos dalam Pemilu 17 April lalu.
“Ini kita pastikan setelah memperoleh suara 25 ribu lebih. Itu yang di Pasaman saja, belum lagi di Pasaman Barat. Kami dari sekretariat Golkar sangat berterimakasih pada masyarakat Pasaman dan Pasaman Barat. Bakal kita bangun lagi kampung halaman ini. Bersama-sama,” kata Ketua DPD Golkar Pasaman, Syahrizal Yusuf didampingi Benny Utama.
Dipastikannya Benny Utama melangkah ke DPRD Provinsi Sumbar, diakui Syahrizal, setelah dilakukan rekapitulasi suara dari salinan C1 yang diperoleh para saksi. Bahkan, Benny Utama dikabarkan pemilik suara terbanyak dari kalangan Caleg lain yang sama-sama berperang untuk memperebutkan kursi DPRD Provinsi, baik yang dari Dapil IV Sumbar maupun dari Dapil lain. (Ola)
















