Tanah Datar, Prokabar – Empat bulan berlalu pasca bencana banjir bandang Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara, Tanah Datar, bantuan yang dijanjikan pemerintah hanya tinggal janji.
Sampai saat ini, puluhan kepala keluarga korban yang terdampak bencana tersebut belum juga tersentuh bantuan dari pemerintah, bahkan dari pihak nagari.
“Hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah, padahal pendataan sudah dilakukan kepada kami,” ucap Iwan salah seorang warga Jorong Piubuh.
Iwan juha mengungkapkan jika lebih dari 4 tumpak sawah yang menjadi mata pencariannya selama ini, hanyut terbawa arus bandang yang terjadi sekitar empat bulan lalu. Begitu juga dengan keluarganya yang lain, hampir dua hektar kebun jagungnya dihondoh banjir.
“Pemerintah kurang respon dengan kondisi warga disini, dalam memberikan kepastian dapat atau tidaknya bantuan kepada korban yang terkena dampak,” keluhnya.
Kepala Jorong Piubuh Haris membenarkan jika masalah bantuan selain dari sembako dari pihak pemerintah belum didapatkan oleh warga.
“Saat didata ada sekitar 100 kepala keluarga warga yang lahannya terkena aliran banjir bandang, dan pendataan itu sudah pernah dilakukan oleh pihak terkait,” sebut Haris.
Sementara itu, Walinagari Tanjung Bonai Lutfi DT. Gindo Besar mengakui jika dari yang terkumpulkan di posko nagari saat galodo lalu belum di distribusikan, karena sedang berkoordinasi dengan pimpinan untuk pendistribusiannya.
Ia mengakui, jika bantuan dari nagari hanya berbentuk sembako dan mengenai dana tersebut melalui koordinasi, dimasukan ke APBNagari tahun 2019 untuk pendistribusiannya. Seperti relokasi dan pengadaan lahannya.
“Yang dari daerah yang kita ketahui bantuan diberikan hanya kepada korban langsung sebesar Rp5 juta per korban, Rp10 juta untuk perbaikan rumah. Sementara korban terkena dampak belum ada,” ucap Walinagari Lutfi. (eym)
















