Bantuan Korban Banjir Bandang Mirip Syair Lagu “Janji Tinggal Janji”

Penulis -

Jumat, 1 Maret 2019 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Empat bulan berlalu pasca bencana banjir bandang Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara, Tanah Datar, bantuan yang dijanjikan pemerintah hanya tinggal janji.

Sampai saat ini, puluhan kepala keluarga korban yang terdampak bencana tersebut belum juga tersentuh bantuan dari pemerintah, bahkan dari pihak nagari.

“Hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah, padahal pendataan sudah dilakukan kepada kami,” ucap Iwan salah seorang warga Jorong Piubuh.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Iwan juha mengungkapkan jika lebih dari 4 tumpak sawah yang menjadi mata pencariannya selama ini, hanyut terbawa arus bandang yang terjadi sekitar empat bulan lalu. Begitu juga dengan keluarganya yang lain, hampir dua hektar kebun jagungnya dihondoh banjir.

“Pemerintah kurang respon dengan kondisi warga disini, dalam memberikan kepastian dapat atau tidaknya bantuan kepada korban yang terkena dampak,” keluhnya.

Kepala Jorong Piubuh Haris membenarkan jika masalah bantuan selain dari sembako dari pihak pemerintah belum didapatkan oleh warga.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Saat didata ada sekitar 100 kepala keluarga warga yang lahannya terkena aliran banjir bandang, dan pendataan itu sudah pernah dilakukan oleh pihak terkait,” sebut Haris.

Sementara itu, Walinagari Tanjung Bonai Lutfi DT. Gindo Besar mengakui jika dari yang terkumpulkan di posko nagari saat galodo lalu belum di distribusikan, karena sedang berkoordinasi dengan pimpinan untuk pendistribusiannya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia mengakui, jika bantuan dari nagari hanya berbentuk sembako dan mengenai dana tersebut melalui koordinasi, dimasukan ke APBNagari tahun 2019 untuk pendistribusiannya. Seperti relokasi dan pengadaan lahannya.

“Yang dari daerah yang kita ketahui bantuan diberikan hanya kepada korban langsung sebesar Rp5 juta per korban, Rp10 juta untuk perbaikan rumah. Sementara korban terkena dampak belum ada,” ucap Walinagari Lutfi. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB