Bantuan Covid-19, Beras Menguning, Saat Dimasak Bau Busuk, Ini Kata Warga Surantih

Penulis -

Minggu, 19 April 2020 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Pembagian beras bantuan terdampak langsung COVID-19, di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar, terus menuai polemik. Mulai dari pembagian tidak sesuai aturan di tingkat nagari, hingga kualitas beras yang buruk.

Soal kualitas beras buruk ini, ditemukan di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera. Di mana warga yang menerima bantuan ini, mendapati beras sudah dalam kondisi menguning dan berbau setelah dimasak.

“Beras, yang saya dapat dalam kondisi menguning, dan saat dimasak mengeluarkan bau busuk,” kata salah seorang warga penerima, Liza (41) kepada Wartawan, Minggu (19/4).

Ia mengaku, beras yang diterimanya  pada Jumat 17 April 2020 lalu, karena kondisi tidak bagus untuk dikonsumsi, akhirnya beras itu tetap disimpan.

“Beras itu tetap saya simpan, tapi, tidak kami konsumsi. Dan itu jumlah 9Kg, “terangnya.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain

Selaras dikatakan Reni (49) juga mendapati bantuan beras dengan kondisi sama. Karena, setelah dimasak tidak enak dimakan, berbau busuk. “Sudah dimasak, tapi hasilnya tidak baik dan bau busuk, ” ujarnya.

Terpisah, PLT Wali Nagari setempat, Iwal mengaku, pihaknya sudah menerima langsung terkait beras yang sudah diterima masyarakat. Namun, karena kewenangan pemerintah nagari terbatas, ia tidak dapat menganti sesuai harapan warga.

“Kita akan menyampaikan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) , agar bisa disampaikan kepada Dinas Sosial bahwasahnya beras yang kemarin kurang bagus, “ujarnya pada Wartawan.

Ia menyebutkan, sebelum diserahkan kepada masyarakat pihanya tidak mengecek terlebih dahulu. Karena, kewenangan nagari hanya sebatas membagikan.

“Jadi kita tidak bisa membedakan mana yang pirang atau tidaknya. Karena saat diterima kita serahkan lansung ke masyarakat, “ujarnya lagi.

Baca Juga :  101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Diakuinya, pihaknya belum mendata berapa banyak masyarakat yang menerima beras dengan kualitas buruk. Tapi, keseluruhan beras yang dibagikan sebelumnya itu sudah didistribusikan untuk 255 KK dengan lebih kurang 2,5 ton beras.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menetapkan jumlah penerima bantuan yang terdampak langsung Covid-19 di daerah itu, hanya untuk 15.555 kepala keluarga (KK).

Jumlah ini tertuang dalam Surat Bupati Pesisir Selatan nomor: 500/602/E-SDA/IV/2020. Dinyatakan bantuan yang diterima berupa beras sebanyak 9 kilogram, untuk masing-masing KK yang telah ditetapkan.

“Penerima paket adalah kepala keluarga yang terdampak langsung akibat Covid-19,” terangnya dalam keterangan point 1 huruf b sesuai surat yang telah ditetapkan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni 12 April 2020.

Baca Juga :  BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Dalam surat itu, dijelaskan bahwa penerima bantuan merupakan warga perkerja non formal yang diambil berdasarkan pendataan dari masing-masing camat, wali nagari.

Pendataan itu sesuai dengan Surat Bupati Pesisir Selatan Nomor: 100/008/GTC/IV/2020 tanggal 4 April 2020. Ditegaskan, pekerja non formal yang pertama adalah pelaku usaha mikro dan kecil, mulai dari pedagang longtong, sate, sayur, bakso, asongan dan di sekolah.

Selain itu, pekerja non formal yang dimaksud juga adalah pekerja jasa pariwisata seperti pemandu boat wisata, dan ditambah dengan supir angkutan umum dan ojek.

Menurutnya, dalam surat yang telah ditetapkan diminta kepada camat untuk mengatur teknis pendistribusian dari titik distribusi, dengan cara ke rumah warga masyarakat yang terdampak,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah
Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat
KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing
Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42 WIB

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi

Berita Terbaru