Padang, Prokabar – Polemik Gubernur Irwan Prayitno dan ketua DPRD Sumbar, Supardi soal direksi Bank Nagari, bukanlah tentang UU. Lalu apa?
Bank Nagari mau ganti direksi, bahkan tukar baju ke bank syariah. Bagus. Yang tak bagus, dari semua calon, tak ada ahli syariah.
Mereka kini sedang menanti nasib, apakah akan lolos dari OJK atau tidak.
“Tidak,” kata sumber prokabar.com, di Padang, Minggu (1/3).
Hasil RUPS sudah mendapatkan nama calon direksi. Nama yang diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah:
M Irsyad (Direktur Keuangan) diajukan menjadi Direktur Utama, Irwan Zuldani (Pemimpin Cabang Utama) diajukan menjadi Direktur Kredit dan Syariah, dan Indra Rivai (Pemimpin Divisi SDM) diajukan menjadi Direktur Keuangan.
Kemudian, Syafrizal (Direktur Operasional) tetap kembali diajukan menjadi Direktur Operasional dan Restu Wirawan (Pemimpin Divisi Kredit Komersial) diajukan menjadi Direktur Kepatuhan.
Masalahnya sampai tengget waktu, nama tak kunjung turun dari OJK. Maka ditunjuk Plt.
Dalam nama yang diajukan ke OJK, ada M Irsyad, untuk calon direktur utama. Kawan main musik gubernur Irwan Prayitno ini, menurut sumber, takkan lolos. Bukan hanya dia, tapi semua nama.
Kenapa? Tentu saja OJK punya standar profesional, yang belakangan malah viral, sebab lembaga ini ikut-ikutan pula mengurus pertumbuhan ekonomi. Viral agar dibubarkan karena lalai mengawasi asuransi Jiwasraya.
Lembaga itulah yang menentukan nasib direksi Bank Nagari.
Sebuah sumber menyebut, calon yang diajukan takkan lolos, maka masuklah orang-orang syariah terutama dari sebuah bank di Bandung. Mereka akan masuk dalam daftar test OJK dan akan lolos.
Maka polemik Guberur Irwan Prayitno dan Ketua DPRD Supardi bukan soal UU tapi tentang siapa yang sesungguhnya akan duduk di jajaran direksi Bank Nagari. (nrs)
















