Padang, Prokabar — Banjir menjadi pemandangan keseharian yang selalu membuat was-was warga sungai sapih, tepatnya di komplek berlindo sungai sapih.
Usaha yang dilakukan bukan tidak ada. Seperti pada akhir tahun lalu, dimana tak kurang dilakukan pembangunan drainase sepanjang 140 meter.
Namun pembangunan fisik ini tak juga menuai hasil, karena banjir tetap merendam komplek perumahan ini.
Alokasi yang hanya 50 juta rupiah dari anggaran fisik dan prasarana infrastruktur kecamatan, membuat komplek berlin indah sakato yang berlokasi di belakang RSUD Dokter Rasyidin Padang ini masih terus terendam.
Banjir tidak hanya terjadi jika hujan deras mengguyur sungai sapih dan sekitarnya, namun juga jika hujan deras mengguyur kawasan hulu di bukit barisan dan solok.
Meski telah dikunjungi anggota DPRD Padang atau pun Sumbar, namun hingga kini realisasi masih ditunggu oleh warga komplek yang dihuni 130 KK ini.
“Harapan kami tentu Anggota Dprd sebagai wakil rakyat bisa mencarikan solusi dan memperjuangkan anggarannya ke pemerintah kota atau pun provinsi,” sebut Tati Yusmita warga komplek.
Tak kurang 500 meter pembangunan drainase dibutuhkan sebagai solusi sementara dari masalah banjir komplek Berlindo Sungai Sapih ini. (Adh)
















