Banjir dan Pundi-Pundi Tambang Pasir

Penulis -

Senin, 5 November 2018 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, Prokabar — Bencana banjir di Limapuluh Kota, sulit dipisahkan dari praktik penambangan pasir dan kerikil. 

Di Lareh Sago Halaban misalnya, aksi menambang pasir, kerikil dan batu, diduga berjalan mulus tanpa dokumen nan mesti diurus.

Tabiat menambang pasir dengan alasan menopang mata pencaharian ini, diduga hanya bungkus kulit saja oleh cukong cukong yang bermain di sana.

Di sepanjang aliran sungai Batang Sinamar, kampung yang didiami warga Bukik Sikumpa, Sitanang dan Batu Payuang, sedikitnya ada 8 titik lokasi penambangan pasir.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dulu, Sat Pol PP Limapuluh Kota pernah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi ini. Tapi, tidak lama kemudian, praktik menambang pasir tetap berjalan hingga sekarang.

Ironisnya, penambangan pasir bukannya berhenti saat bencana, para touke touke justru sudah mengkondisikan pelanggannya, untuk mendatangkan truk truk yang akan mengangkut pasir kalau air sudah susut dan berkurang.

Ini terpantau Minggu (4/11), saat ratusan warga memilih mengungsi, para sopir truk masih setia antrian ratusan meter dari lokasi bencana.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Pol PP, diharap melakukan aksi dan penertiban, bersama Pemerintah Nagari dan Kecamatan. 

“Sekaligus meninjau ulang praktik penambangan di daerah aliran sungai yang berpotensi mengundang bencana,” kata Adie Harmen, pegiat lingkungan di Limapuluh Kota.

Jika tambang pasir tidak ada izin, dia meminta  Badan Perizinan, turut mendorong dan turun bersama Pol PP menertibkan. “Jangan sampai, ini justru memicu  bencana,” katanya. 

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sejumlah sumber Prokabar menyebut, pemambangan pasir di Lareh Sago Halaban sudah berlangsung sangat lama. Malahan, diduga tidak semua pemilik mesin dompeng tambang memiliki dokumen resmi. 

Setiap hari, ada puluhan unit truk yang hilir mudik mengangkut pasir dan batu. Pelaku usaha sirtu ini, diharap andil besar membantu korban bencana. (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB