Banjir dan Longsor Kembali Melanda Sejumlah Titik di Agam

Penulis -

Senin, 25 November 2019 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Banjir dan longsor kembali terjadi di beberapa titik di Kabupaten Agam, Minggu malam (24/11). Pemicu bencana alam tersebut selalu diawali curah hujan yang tinggi.

Kejadian pertama bencana tanah longsor di Jorong Koto Baru, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV koto. Kejadian sekitar pukul 19.00 WIB.

“Dampak yang ditimbulkan material longsor menutupi sebahagian akses jalan sehingga jalan dilewati terganggu. Kendaraan bisa melewati jalan dengan sistem buka tutup. Ketinggian tanah longsor sekitat 1,5 meter dan sepanjang 3 meter,” ungkap Kalak BPBD Agam, Muhammad Lutfi melalui Kabid KL Syafrizal dari pesan singkatnya, Senin pagi (25/11).

Pembersihan dapat ditanggulangi Kelompok Siaga Bencana Balingka bersama Damkar Posko Sungai Tanang, Polsek IV Koto dan pihak nagari beserta masyarakat setempat,

Sementara itu, bencana banjir melanda Jorongan Gantiang Nagari Sitanang, Kecamatan Ampek Nagari.

“Puluhan rumah terendam air keruh bercampur lumpur. Untuk saat ini sedang dilakukan pendataan terkait rumah yang terdampak banjir. Dan akan dilakukan penanganan segera,” tuturnya.

Bencana banjir juga melanda Bandar Baru, Kecamatan Lubuk Basung. Dampak diakibatkan merendam beberapa ruas jalan, rumah dan sarana lain. Menggenangi Mesjid An-Har Bandar Baru, yang berada persis di tepi sungai,

“Masjid sampai dipenuhi luapan banjir aliran Sungai Bandar Baru, dengan ketinggian mencapai satu meter. Kejadian saat itu ada aktifitas murid MDA melaksanakan pengajian. Aktifitas langsung terhenti, bahkan berbagai peralatan mesjid, baik tikar salat, Alquran dan peralatan lainnya ikut terendam air,” terangnya.

Tanah longsor di Kelok 3, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya juga terjadi. Kejadian sekitar pukul 02.00 WIB.

“Longsor membawa material batu dan pohon sehingga menutupi sebagian badan jalan. Jalan bisa dilalui dengan sistem buka tutup,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB