Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam menetapkan bencana banjir bandang di Nagari Batu Kambiang dan Sitalang sebagai Tanggap Darurat selama satu minggu. Hal itu sesuai intruksi Bupati Agam, Indra Catri kepada jajarannya, Minggu (15/3).
Kondisi bencana di lokasi, masih butuh banyak pembenahan dan penanggulangan. Dan yang telah tuntas dilakukan, pertama pembersihan ruangan MTsN 13 Agam Batu Kambiang. Untuk kesiapan murid Ujian Alkhir Madrasah Berbasis Komputer atau UAMBK. Kedua, pembangunan jembatan darurat untuk kendaraan roda dan pejalan kaki di Sitalang. Ketiga pembersihan belasan rumah warga di kios pasar tradisional.
“Ya, Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan bencana banjir bandang sebagai tanggap darurat dalam jangka waktu satu minggu. Jika dalam satu minggu belum tuntas, maka akan diperpanjang, hingga penanganan bencana itu tuntas dilaksanakan,” ungkap Syafizal, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam di lokasi, Senin (16/3).
Pada saat ini lanjutnya, kita terus melakukan pembersihan di MTsN 13 Agam Batu Kambiang. Material lumpur dan kayu masih banyak mengganggu lingkungan sekolah. Termasuk di saluran irigasi dan selokan.
Selain itu, melalui koordinasi dengan PUPR Provinsi Sumatra Barat, PKSDA Dan PUPR Kabupaten Agam sedang normalisasi Batang Bawan. “Bebatuan besar membuat arus sungai tidak lancar. Membuat kebutuhan masyarakat terganggu karenanya,” terang Kabid KL BPBD Agam tersebut.
Sebelumnya, Minggu (15/3), Tim Gabungan terdiri TNI, POLRI, BPBD Agam, Satpol PP Dan Damkar, Tagana, KSB dan masyarakat, bergotong royong membangun jembatan darurat. Dinas Sosial bersama Baznas Agam juga telah membuat dapur umum di Batu Kambiang. Untuk Posko Utama berada dekat Pasar Rabaa Sitalang.
“Alhamdulillah, para dermawan telah turut berpartisipasi membantu bencana ini. Seperti BPBD Pasaman Barat dan BPBD Padang Pariaman. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat juga turut membantu. Baik berupa logistik, maupun materi,” pungkasnya. (rud)
















