Banjir 24 Jam di Parak Jambu, Ini Solusinya

Penulis -

Jumat, 1 Oktober 2021 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan banjir di Dadok, Tunggul Hitam, Kota Padang, sejak Rabu (29/9) hingga Kamis (30/9) sore WIB

Penampakan banjir di Dadok, Tunggul Hitam, Kota Padang, sejak Rabu (29/9) hingga Kamis (30/9) sore WIB

Prokabar.com, Padang – Banjir bertahan selama 24 jam di Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Jika air naik pada Rabu (29/9) pukul 17.00 WIB, maka air akan surut pada Kamis (30/9) pukul 17.00 WB.

Walikota Padang Hendri Septa bersama Kalaksa BPBD, dan Kepala Bappeda Padang Yenni Yuliza meninjau lokasi banjir tersebut kemarin, Kamis (30/1).

Mereka meninjau lokasi banjir tersebut sejak pukul 13.45 WIB hingga pukul 14.30 WIB.

Penyebab banjir di Dadok tersebut lantaran luapan sungai Air Sirah yang merupakan bagian dari Banda Latuang yang hulunya persis di sebelah Rumah Sakit Siti Rahmah.

Ketua RW 09 Sutrisno menyebut, lima rukun tetangga di RW 09, seluruhnya terdampak banjir.

Namun lokasi terparah berada di RT 09. Terutama yang berlokasi dekat dengan panti asuhan puti bungsu. Di lokasi ini, genangan bertahan lama.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sutrisno, yang telah lama melakukan penelusuran penyebab lambatnya genangan surut di wilayahnya menyampaikan ada empat solusi penanganan banjir Parak Jambu.

Baca Juga Milenialisme.com

Pertama,pengerukan batang atau sungai Air Sirah mulai dari tepi Bypass hingga ke Kurao.

Kedua, adalah memperlebar jembatan di komplek harmoni, yang saat ini hanya empat meter, menjadi delapan hingga 12 meter.

Bagian penyangga jembatan ini mengalami penyempitan karena menjadi hilir dari batang Air Sirah.

Ketiga adalah, mengembalikan fungsi sungai, mengingat adanya alihfungsi sungai menjadi kolam ikan oleh sebagian warga.

Keempat adalah membuka dua pintu air yang berada di hulu dan lokasi pertemuan dengan batang Kurao yang merupakan hilir dari batang Guo.

Sutrisno melanjutkan solusi penting lainnya adalah percepatan penyelesaian pebangunan normalisasi Banda Luruih.

Percepatan ini penting karena berkaitan dengan normalisasi di Banda Latuang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Instruksi Normalisasi

Sesuai rencana awal, pengerjaan normalisasi dari batang Maransi ke Banda Luruih sudah mencapai dua kilometer.

Artinya masih ada pengerjaan sepanjang 2,5 kilometer di batang Maransi sempai ke Banda Luruih.

“Kami memahami keterbatasan Pemko Padang, sehingga kami mengharapkan normalisasi banda luruih dapat segera selesai,” sebut Sutrisno.

Walikota Padang Hendri Septa yang menerima masukan, usai berkonsultasi dengan kepala Bappeda dan juga Kalaksa BPBD Padang Barlius.

Hendri Septa menginstruksikan Dinas, Bappeda Padang, dan BPBD Padang untuk segera berkoordinasi dan mengajukan permohonan pegerukkan.

Tak hanya itu, Hendri Septa meminta agar segera mengambil langkah strategis supaya banjir di Parak Jambu yang selalu terjadi di setiap hujan deras mengguyur Kota Padang dapat teratasi.

“Kami instruksikan segera tindaklanjuti, dan masukkan dalam prioritas APBD 2022,” ujar Hendri Septa.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Terpisah, Afrizal, anggota DPRD Sumbar dapil padang, meminta Pemko Padang sigap dalam pembebasan lahan.

“Seharusnya pemko menyegerakan pembebasan lahan, dan berkordinasi dengan kami, mana yang bisa kami kerjakan.”

“Jangan tunggu ploting anggaran, namun lahannya belum bebas,” tambah Afrizal, yang juga politisi senior Golkar ini.

Pantauan Kamis (30/9)  sore WIB di RT 01 RW 04, kelurahan Air Pacah warga yang juga terdampak banjir dan rumahnya bersisian dengan sungai atau batang Air Sirah masih belum menerima bantuan, meski tak kurang delapan jiwa yang mendiami satu rumah.

“Banjir 18 Agustus kami beruntung, ada dewan perempuan yang lewat ingin membagikan bantuan makanan.

“Sehingga kami juga kebagian. Namun banjir dua hari ini, rabu-kamis, kami belum tersentuh bantuan,” iba devi, warga RT 01 RW 04 kelurahan air pacah. (Adh)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB