Padang, Prokabar – Ketua Harian Badan Musyawarah Anak Nagari (Bamus) Pauh V, Dasrul, SS, menghimbau Pemerintah Kota Padang dan Ninik Mamak Bajinih Adaik Nagari Pauh V untuk bersinergi dalam mengurai masalah terkait areal pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang di Kecamatan Pauh.
Dasrul memandang bahwa potensi aset kaum di Nagari Pauh V mampu mengurai masalah terkait keterbatasan atau kesulitan Pemko Padang mencari lahan untuk huntara dan huntap bagi korban banjir bandang di 3 kelurahan di Kecamatan Pauh.
Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menggunakan pendekatan kebudayaan sebagai solusi untuk mengatasi persoalan ini.
“Pendekatan kebudayaan adalah kunci untuk mengatasi masalah ini. Kita harus menggunakan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya kita untuk mencari solusi yang tepat,” kata Dasrul.
Dasrul juga menghimbau kepada Ninik Mamak Bajinih Adaik Nagari Pauh V untuk dapat berperan aktif dalam proses ini.
“Kita harus bersinergi dan bekerja sama untuk mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat kita,” tambahnya.
Pemerintah Kota Padang telah berupaya untuk mencari lahan untuk huntara dan huntap, namun masih menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, himbauan Dasrul ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk mencari solusi yang lebih efektif dan efisien.
“Kita harus bekerja sama dan menggunakan semua potensi yang kita miliki untuk membantu masyarakat kita yang terdampak banjir bandang,” kata Dasrul.(*)
















