Balimau Dulu dan Kini Berbeda. Kenapa?

Penulis -

Selasa, 15 Mei 2018 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Bupati Tanah Datar menilai jika balimau saat ini dianggap jauh berbeda dengan tradisi yang dilakukan nenek moyang dahulu. Dulu di rumah, kini di obyek wisata.

“Balimau yang ada saat ini sudah berbeda dengan yang dilakukan pada zaman dahulu,” ujar Irdinansyah tadi.

Meski demikian, bupati tetap mengimbau agar masyarakat yang melaksanakan tradisi balimau guna mensucikan diri jelang memasuki Ramadhan. Jangan gegabah tapi tetap menjaga keselamatan.

“Memasuki Ramadhan, terkadang masyarakat cenderung mengabaikan keselamatan saat melaksanakan tradisi balimau,” pungkas Irdinansyah.

Menyikapi hal tersebut maka Irdinansyah meminta beberapa pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak kepolisian untuk bersiaga seandainya nanti terjadi hal-hal yang tudak diinginkan.

“Kepada BPBD diharapkan tetap bersiaga, ditakutkan nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”

Sementara itu Kapolres Tanah Datar, AKPB Bayuaji Yudha Prajas mengatakan untuk mengantisipasi beberapa kemungkinan yang terjadi saat tradisi balimau maka pihaknya akan menyiagakan personel untuk hal tersebut.

“Untuk pelaksanaan tradisi balimau nanti akan ada PAM khusus yang akan dibentuk,” kata pria dengan dua melati di pundaknya ini. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
#JadiLebihBaik di Ramadan: XL Axiata Gelar Program “Berbagi Kebaikan” di Sumatera
Para Pencari Tuhan Jilid 18 Hadirkan Tema ‘Dunia Sementara, Coy!’ yang Relevan dengan Isu Anak Muda

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB