Agam, Prokabar — Kemendes PDTT melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, Pelatihan dan Informasi Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Pekanbaru, gelar pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), di Kantor Walinagari Kubang Putiah Kecamatan Banuhampu. Kegiatan Angkatan I 2019 tersebut berlangsung 28 hingga 1 Februari.
Fasilitator Balatmas Pekanbaru, Orchida Indahwati mengatakan, pelatihan kader PMD merupakan program Kemendes PDTT yang bertujuan untuk memberdayakan kader di desa atau nagari.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para kader PMD bisa memberikan manfaat untuk pembangunan desa. Peserta diberikan motivasi dan materi tentang pemberdayaan masyarakat desa dan juga Permendes tentang prioritas penggunaan dana desa,” terang Orchida.
Ia menyebutkan, dalam kegiatan ini juga hadir kader kesehatan dan kader Posyandu. Materi stunting yakni tumbuh kembang anak tak sesuai usia diberikan. Pelatihan ini dilaksanakan di Nagari Kubang Putiah karena masuk wilayah sasaran. Disamping itu, Kabupaten Agam termasuk wilayah kerja Balatmas Pekanbaru.
“Semua kecamatan di setiap provinsi harus mendapat program pelatihan Kemendes ini. Untuk Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam mendapat giliran pelatihan kader PMD oleh Balatmas Pekanbaru di bawah naungan Kemendes PDTT dan berpusat di Sumatera,” ungkap Orchida.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam Teddy Martha mengatakan, tugas dan fungsi kader pemberdayaan masyarakat dan kader Posyandu dalam berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang dilaksanakan sangat dibutuhkan, begitu juga lapisan masyarakat lainnya.
“Pemberdayaan masyarakat berhasil jika kelompok komunitas atau masyarakat menjadi agen pembangunan bukan lagi sebagai objek atau penerima mamfaat, tapi mereka dapat menjadi subjek atau motor penggerak. Keberadaan para kader ini sangat penting dalam pembangunan desa,” terangnya.
Para kader pemberdayaan masyarakat ini lanjutnya, dapat membantu suksesnya program yang digagas pemerintah untuk diterima manfaatnya oleh masyarakat. Dengan kemampuan yang dimiliki sebagai pelopor pembaharuan dan pemecah masalah dalam pendampingan yang dilakukan di desa atau nagari. Para kader dapat memotivasi masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan.
“Kader pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mengindentifikasi masalah dan kebutuhan pelayanan oleh masyarakat. Peran partisipatif,menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat bersama lembaga kemasyarakatan kepada pemerintah dan menyusun rencana pembangunan,” jelasnya.
Teddy menyebutkan, saat ini banyak bermunculan kawasan wisata nagari yang diharapkan memiliki multiplier effect besar dan menumbuhkan ekonomi masyarakat.Wisata nagari juga harus menjaga kearifan lokal.
“Kader PMD ikut berperan dalam memfasilitasi musyawarah perencanaan pembangunan secara partisipati,memberi motivasi, menggerakkan dan membimbing masyarakat dalam pembangunan partisipatif melalui pendampingan yang dilakukan,”pungkas Teddy.(rud)
















