Trending | News | Daerah | Covid-19

Kesehatan

Bahaya Infeksi TORCH Pada Kehamilan, Begini Penjelasan Herbalis Ir H Juanda

Dibaca : 310

Jakarta, Prokabar – Di dunia kesehatan, alternatif pengobatan dengan bahan-bahan alami (herbal) sudah dibuktikan manfaatnya.

Selain tindakan medis, peran peracik ramuan atau disebut herbalis turut membantu proses penyembuhan.

Seperti seorang herbalis asal Bogor, Jawa Barat, Ir H Juanda, namanya sudah dikenal masyarakat. Pendiri Pusat Konsultasi Aquatret Therapy Indonesia ini dipercaya pasiennya mampu menyembuhkan infeksi TORCH yang dialami ibu hamil.

Sebagai informasi, infeksi TORCH merupakan istilah dari singkatan Toxoplasma, Others (HIV, Sifilis) Rubella, Citomegalovirus, Herpes, dan Simplek. Pada ibu hamil, TORCH bisa menimbulkan kecacatan pada janin dan buruknya sering terjadi keguguran (gagal janin).

Infeksi TORCH penting sekali untuk diwaspadai. Karena jika seorang ibu terinfeksi TORCH selama kehamilan, janinnya juga bisa ikut terinfeksi.

Janin rentan terhadap bahaya infeksi, terutama selama 3-4 bulan pertama kehamilan. Infeksi pada janin dapat menyebabkan beragam masalah, mulai dari gangguan otak dan sistem saraf, keterlambatan pertumbuhan, hingga kelainan kongenital.

“Penanganan TORCH seringkali lambat dan tidak menyeluruh. Infeksi ini memang sulit diprediksi karena tidak terlihat gejala awalnya seperti apa,” jelas Juanda dalam siaran pers yang diterima Prokabar.com.

Selama menangani pasiennya, Juanda kerap mengawali dengan seminar tatap muka. Namun selama kondisi pandemi covid-19, rutinitas tersebut diganti menjadi seminar secara virtual melalui live streaming.

Dibantu dr Amalia Andani, MMRS (putrinya), Juanda akan menjelaskan sekelumit tentang TORCH dan cara pengobatannya.

Sesuai rencana seminar ini akan ditayangkan melalui Instagram : @aquatreattherapy.id, https://www.facebook.com/spesialis.torch.5 serta Youtube spesialis torch, Sabtu 22 Agustus mendatang.

“Ini seminar virtual pertama di Indonesia yang membahas tentang kasus sulit dan gagal hamil dari tiga sudut pandang. Yaitu bidang kedokteran, kedokteran hewan, dan pengobatan herbal,” ujar Amalia yang menyebut seminar akan berlangsung pukul 10.00 WIB.

Pemeriksaan TORCH

Dijelaskan Juanda, apabila seseorang mengalami gangguan pada kehamilan disarankan segera melakukan pemeriksaan TORCH terlebih dahulu.

Menurut Juanda, tak sedikit seseorang mengalami infeksi ini. Terutama Toxoplasmosis yang populer disebut Toxoplasma. Yakni parasit darah atau protozoa yang ditularkan hewan, utamanya kucing.

“Bisa juga lewat makanan atau media lainnya. Parasit ini kemudian hidup dalam darah manusia yang selanjutnya berkembang biak di otot-otot tubuh dan menyerang kandungan seorang ibu hamil,” terang Juanda.

Ditambahkan Juanda, penderita TORCH kadang tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik. Bahkan bisa jadi tidak merasakan sakit. Namun penderita TORCH dapat mengakibatkan sulit hamil, atau keguguran.

“Bahkan dapat mempengaruhi organ tubuh bayi tidak lengkap, cacat fisik maupun mental, autis, keterlambatan tumbuh kembang anak dan ketidak sempurnaan lainnya,” papar Juanda.

Namun gejala secara umum, penderita TORCH mudah pingsan, pusing, vertigo, migran, penglihatan kabur, pendengaran terganggu, radang tenggorokan, radang sendi, nyeri lambung, lemah lesu, kesemutan, sulit tidur, epilepsi dan keluhan lainnya.

Hingga saat ini untuk penyembuhan Toxoplasmosis, menurut Juanda, belum ada obatnya yang benar-benar efektif. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top