Trending | News | Daerah | Covid-19

Kesehatan

Bahas Tuntas Infeksi TORCH, Webinar Aquatreat Therapy Indonesia (AQTY) Hadirkan Dua Dokter Spesialis

Dibaca : 296

Bogor, Prokabar – Setiap pasangan menikah tentunya mendambakan momongan. Namun kenyataanya tidak semua pasangan yang baru menikah dengan mudah mendapatkannya. Terlebih pasangan yang sudah lama menikah pun masih banyak yang mengharapkan keturunan.

Faktor penyebab gagal hamil atau keguguran yang terjadi dalam kehidupan suami istri menjadi fokus utama webinar Aquatreat Therapy Indonesia (AQTY). Sebuah pusat konsultasi spesialis TORCH (Toxo.Rubella-CMV & Herpes) di Bogor, Jawa Barat ini memberikan pengetahuan secara daring.

Acara dengan tema “Solusi Tepat Hamil Sehat” bisa disaksikan secara cuma-cuma di kanal video berbagi Aquatreat Therapy Indonesia. Dipandu dr Amalia Andani, MMRS, webinar kali ini menghadirkan tiga pembicara. Yakni Direktur AQTY, Ir H Juanda serta dr Mulyanusa Amarullah Ritonga, Sp.OG(K), M.Kes dan drh Soetrisno, MM.

Selama dua jam lamanya, ketiganya membahas tentang permasalahan yang terjadi akibat gagal hamil dan keguguaran berulang. Tentunya acara ini menyatukan persepsi tentang infeksi TORCH dari kacamata medis dan pengobatan herbal AQTY.

”Kali ini kami mengundang dua dokter, spesialis kandungan dan dokter hewan. Kenapa kami menghadirkan keduanya karena berkaitang langsung dengan permasalahan yang dialami pasangan menikah. Dokter hewan akan membahas tentang toxoplasma yang berasal dari hewan (kucing),” jelas dokter muda yang akrab disapa Lia ini.

Sebagai informasi infeksi TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma, Others (HIV, Sifilis) Rubella, Citomegalovirus, Herpes, dan Simplek adalah infeksi yang dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

”Saya menangani TORCH ini sejak tahun 1996. Saya kena TORCH tahun 1990 ketika saya menikah, istri mengalami janin meninggal di kandungan, dua kali keguguran di usia kandungan 3 dan 2 bulan. Serta pengangkatan janin di usia 5 bulan. Total selama lima tahun mencoba pengobatan secara medis,” kisah Juanda mengawali perbincangan.

Lulusan Fakultas Peternakan ini tentu saj a mempercayakan penanganan infeksi virus yang dialami dengan pengobatan medis. Namun selama lima tahun menjalani, tingkat TORCH tak menurun sedikit pun.

”Saya mencoba melakukan anjuran dokter dengan cara menelan 8 jenis obat yang harus diminum 5 jam sekali. Melakukan 1,5 tahun uji lab secara rutin namun tidak hilang juga (TORCH). Ternyata setelah mengeluh pada dokter, barulah disebutkan bila TORCH belum ada obatnya,” beber Juanda yang saat itu mengaku putus asa.

Ditengah keputus asaan, Juanda mendapat ilmu pengetahuan yang berasal dari Sang Pencipta. Sambil berikhtiar dan doa, Juanda menemukan ramuan dari herbal yang ampuh menyembuhkan infeksi TORCH.

Pengalaman inilah yang kemudian Juanda jadikan sebagai awal proses penyembuhan bagi istrinya. ”Selama tiga tahun dari 1996 hingga 1999, alhamdulillah kami terbebas dari TORCH berkat ramuan yang saya temukan,” tambah Juanda yang kemudian ikhtiarnya itu menjadi manfaat bagi banyak orang hingga saat ini.

Dari kacamata ilmu kedokteran, dr Mulyanusa membeberkan dua definisi dari keguguran. Mengutip dari definisi Prof Ali Baziad, keguguran adalah hilangnya atau matinya janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan 20 minggu atau ketika buah kehamilan beratnya kurang dari 500 gram.

Sedangkan keguguran berulang adalah keguguran paling tidak sebanyak dua kali atau berturut turut pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau beratnya kurang dari 500 gram.
”Ada sepuluh penyebab keguguran berulang, yaitu dari genetik, usia, kelainan rahim, antifosfolifid syndrome, trombofilia, kualitas sperma, hormonal atau kelainan metablolisme, gaya hidup, infeksi dan idiopatik,” jelasnya melalui sambungan video teleconference.

Penyebab keguguran yang disebabkan infeksi yang berasal dari bakteri seperti toxoplasma (terdapat di kotoran kucing) bisa saja terjadi.

”Seseorang akan terinfeksi toxoplasma bila memakan makanan yang tidak matang, tidak mencuci alat makan atau tangan yang terkontaminasi oocyst, transplantasi organ, transplasental dan inokulasi insidental. Selama kita menjaga kebersihan jangan khawatir bakteri akan masuk ke dalam tubuh kita,” tambahnya lagi.

Menanggapi bahaya toxoplasma pada manusia, dokter hewan Soetrisno menjelaskan bila bakteri ini sangat merugikan. ”Dari sisi psikologis, banyak pasangan yang terancam cerai karena tidak kunjung dikaruniai keturunan. Ini harus diperhatikan bagaimana kita menjaga kebersihan karena bakteri ini berasal dari kotoran kucing,” jelasnya.

Namun Soetrisno meluruskan anggapan tentang toxoplasma adalah virus kucing, tidak benar. ”Banyak orang yang mendengar dari sumber yang salah. Penyebabnya adalah parasit darah, berupa protoza yang hidup dalam sel darah,” tambahnya.

Mengapa pengobatannya sangat mahal dan sulit? ”Sulitnya karena tidak bisa ditembus. Protozoa ini hidup dan berkembang di sel darah. Butuh waktu tepat untuk mengatasinya, obat-obatan medis tidak tembus. Alhamdulillahnya ramuan dari bapak Juanda ini mampu mengatasinya secara menyeluruh,” aku Soetrisno.

Di akhir perbincangan, ada beberapa tips yang disampaikan ketiga pembicara. Yaitu, biasakan mencuci bersih sayuran dari kotoran tanah. Masaklah daging secara sempurna sehingga spora akan mati dan memeriksa rutin hewan peliharaan dengan higienis. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top