Pasaman, Prokabar — Badan Litbang Pertanian Sumatera Barat turun tangan menyambangi para petani. Menggandeng Pemerintah Kabupaten Pasaman, badan Litbang ini menyambangi para petani yang berada di lima kecamatan di Pasaman. Ini sebabnya.
Di zaman segala canggih dengan ilmu pengetahuan saat sekarang, tidak tertutup kemungkinan, khusus para petani masih banyak bercocok tanam dengan gaya lama. Padahal, menjadi petani di era modern ini, haruslah sigap dan tanggap. Jangan pakai juga kebiasaan lama dalam bercocok tani.
Berbagai inovasi di dalam dunia pertanian telah banyak dihasilkan. Mulai dari merawat lahan sampai merawat jenis tanaman yang ditanam petani. Sampai-sampai jenis hama yang membandel pada jenis tumbuhan tertentu sudah ada obat penangkalnya.
“Untuk itulah kita mengadakan temu lapang panen perdana kaji terap PTT kedelai di kelompok Palito Tani, Jorong Tanjung Aro Selatan, Nagari Bahagia Padang Galugua, Kecamatan Padang Gelugur ini. Supaya inovasi yang kita dapati bisa diterapkan oleh pelaku langsung, yaitu para petani,” kata Rifda Roswita, penanggung jawab kegiatan, Senin (20/8).
Dikatakan Rifda, kaji terap merupakan salah satu metode penyuluh dalam upaya untuk meyakinkan petani dalam memilih inovasi teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemampuan serta kondisi sosial ekonominya sendiri.
Lebih lanjut, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar yang diwakili Syahrial Abdullah mengatakan, kaji terap PTT dapat meningkatkan persepsi dan respon stakeholder terhadap inovasi teknologi.
“manfaatnya pun banyak, mulai dari mengurangi resiko kegagalan usaha tani melalui pemilihan teknologi yang paling sesuai dengan usaha tani terpadu, meningkatkan keyakinan kontak tani, meningkatkan efisiensi usaha tani dan informasi pertanian, menyiapkan para petani menjadi demonstrator yang bersifat motivator dan atau pelatih bagi petani yang lain,” tutup Syahrial. (Ola)
















