Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Bacalon Bupati Tanah Datar Wahyu IP Bedah Visi Misi di Gerindra Sumbar

Padang, Prokabar – Sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Tanah Datar periode 2021-2026, Wahyu Iramana Putra mengusung visi “Terwujudnya Kabupaten Tanah Datar yang berbudaya, beraklak, maju aman dan sejahtera yang berlandaskan ABS SBK yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”.

Visi itu disampaikan Wahyu di hadapan tim assesmen yang dipimpin kader Gerindra Syafruddin Dt. Sungguno guna membedah visi misi bakal calon kepala daerah oleh DPD Partai Gerindra Sumbar, Kamis (23/1) di Kryad Hotel Padang.

Sebagai Balon Bupati Wahyu Iramana Putra tentunya berharap visi-misi yang disampaikannya di hadapan panelis dapat menjadi pertimbangan partai besutan Prabowo Subianto itu untuk mengusungnya dalam perhelatan Pilkada Tanah Datar yang digelar serentak pada 23 September 2020 mendatang.

Dalam penyampaian visi tersebut, juga disampaikan misi yang diusungnya yakni, mewujudkan Kabupaten Tanah Datar yang berbudaya, berakhlak, maju, aman, sejahtera dan mengedepankan ABS-BSK.

Dalam kesempatan itu, mantan Wakil Ketua DPRD Padang itu diantar puluhan kaum ibu yang menjadi pendukungnya di Padang.

Pemaparan materi visi dan misi Wahyu Iramana Putra mampu menarik simpati para panelis, dengan menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan para penalis, secara singkat, padat dan berisi.

Dalam pemaparan visi misi, Wahyu juga menyampaikan, akan menjadikan Tanah Datar yang menjunjung tinggi dan melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan adat istiadat minangkabau dalam segala aspek kehidupan masyarakat.

Dan dia sangat menyayangkan, selama ini Kabupaten Tanah Datar belum memiliki RT/RW. Ia mengatakan, RT/RW itu penting dilakukan sebagai landasan hukum bagi program pengembangan Tanah Datar di masa mendatang.

Selain itu, RT/RW sebagai acuan bagi pemerintah maupun masyarakat dalam pembangunan Tanah Datar. “RT/RW itu akan sinergis dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menjadi pedoman dalam pemanfaatan ruang dalam wilayah Kabupaten,” ujarnya.

Diakhir penyampaiannya, Wahyu mengatakan Bupati adalah melayani, bukan untuk dilayani. Jika memang diizinkan nantinya, ia tidak hanya akan bekerja di kantor. “Melainkan juga akan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat Luhak Nan Tuo,” pungkasnya.(mbb)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top