Ayo Ke Agam, Tempat Pulang Masyarakat Perantauan

Penulis -

Rabu, 22 Januari 2020 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Bupati Agam Indra Catri mengatakan esensi dari jargon “Ayo ke Agam” yang dicanangkan pada 2020, tidak hanya sekadar mempromosikan objek wisata, tapi menjadikan Agam tempat pulang masyarakat Minangkabau yang ada di perantauan.

Bupati Indra Catri ingin menciptakan sebuah kerinduan perantau untuk kembali ke Agam, melalui konsep wisata madani dan halal tourism yang akan dikemas menjadi satu paket.

“Apabila ada sanak keluarga dari perantauan pulang kampung, kalau belum ke Agam serasa belum pergi ke ranah Minang,” jelas bupati dilansir Prokabar dari MC Agam, Rabu (22/1).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Hal yang menjadi daya tarik lainnya bagi pengunjung, masing-masing objek wisata dilengkapi kuliner dan kriya khasnya. Tidak hanya mengoptimalkan sarana wisata, tapi juga disediakan kawasan bermain anak-anak yang dilengkapi oleh kuliner, buah-buahan, dan cendera mata. “Makanya setiap masyarakat kita imbau untuk menanam buah-buahan untuk anak-cucu setiba di kampung, tujuannya agar ada kenang-kenangan dan kerinduan mereka untuk pulang kampung kembali,” terang bupati.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Seperti di kawasan Danau Maninjau, ada kuliner Randang Cubadak Kicuah, yang bentuknya nyaris menyamai rendang daging. “Nah, ke khasan inilah yang nantinya menjadi daya tarik perantau maupun pengunjung ke Agam,” ujarnya.

Tidak hanya kuliner, Kabupaten Agam merupakan sorganya tujuan wisatawan dengan ikon “Agam Pesona yang Beragam” juga memiliki objek wisata alam, sejarah dan religi yang semuanya didukung oleh industri kreatif. “Seperti wisata museum Buya Hamka, wisatawan dari mancanegara hanya datang berkunjung melihat hasil-hasil peninggalan dan buku karya Buya Hamka,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Apalagi menurut dia, Agam kembali membuat dan merevitalisasi objek wisata baru, yaitu Linggai dan kawasan objek wisata Sejuta Jenjang yang berada di lereng Gunung Singgalang. “Sehingga kita memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujar bupati.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain pembenahan secara fisik, “ayo ke Agam” juga diperkaya dengan berbagai festival, di antaranya festival Danau Maninjau, festival durian, festival buru babi, festival mancing keluarga dan festival lainnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB