Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Awasi Pelanggaran Pilkada, Bawaslu Pariaman Gandeng Penyuluh Agama

Dibaca : 120

Pariaman, Prokabar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pariaman mengandeng penyuluh agama di daerah itu dalam mengawasi pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) yang akan berlangsung 9 Desember 2020.

Ketua Bawaslu Pariaman Riswan, mengatakan penyuluh agama ditengah masyarakat sangat berperan dan disegani oleh masyarakat terutama oleh jam’ahnya. Sehingga penyulu bisa menjadi ujung tombak Bawaslu dalam menyampaikan sosialisasi terkait larangan dalam pilkada, baik itu dalam bentuk politik uang, ASN tidak netral, Hoaks, kampanye hitam, pelanggaran protokol kesehatan, menggunakan tempat ibadah untuk kampanye dan pelanggaran lainnya.

“Penyuluh agama bisa menyampaikan larangan itu kepada masyarakat baik saat ceramah, kutbah di masjid maupun mushalla, dan bahkan saat melakukan penyuluhan dilapangan juga bisa disampaikan, sehingga pilkada jujur adil dan berkualitas bisa terwujud di pariaman,” ujar Riswan saat Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Penyuluh Agama Se- Kota Pariaman pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar di Aula RM Sambalado, Kamis (1/10).

Untuk mewujudkan pilkada jujur adil dan berkualitas itu, sambung Riswan, maka Bawaslu pariaman berupaya mengandeng seluruh lembaga dalam mengembangkan pengawasan, termasuk diantaranya penyulu agama.

Apalagi, penyuluh agama yang berada dibawah Kementrian Agama (Kemenag) Kota Pariaman itu dilarang berpihak kepada seluruh pasangan calon dan harus netral. Sehingga penyulu agama bisa diajak bekerjasama dalam melakukan pengawasan terkait pelanggan pilkada yang sewaktu-waktu bisa terjadi dilapangan.

“Pengawasan saat Pilkada, Bawaslu tidak mampu mengawasi sendiri dan perlu tangan dan mata lain untuk memantau dalam mencegah pelanggaran. Maka penyulu agama sudah pas untuk dilibatkan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Pariaman Miswan yang diwakili Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Dr Suk Murdianto,mengucapkan terimakasih kepada Bawaslu Agam yang telah melibatkan 40 peyuluh agama yang merupaka garda terdepan dalam pembangunan bidang agama.

“Kerjasama ini sangat penting karena bisa mengantisipasi pelanggaran dan meningkatkan partisipasi pemilih saat Pilkada,” ujarnya.

Murdianto juga menegaskan agar penyuluh agama yang terlibat dalam pengawasan untuk tidak terlibat politik praktis dan tidak mendukung salah seorang calon, karena bisa melangar undang-undang yang ada.

“Jangan sampai penyulu agama yang sudah mengajak masyarakat untuk menghindari larangan selama pilkada, malah ikut terlibat dalam politik praktis dan pelanggaran lainnya,” ungkap Murdianto.

Dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Penyuluh Agama Se- Kota Pariaman pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, seluruh peserta diberikan pembekalan atau materi seputar pengawasan, dengan tujuan seluruh penyuluh agama tahu bentuk larangan yang akan disampaikan kepada masyarakat dan bentuk penindakannya. (syh)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top