Limapuluh Kota,Prokabar -Jelang lebaran idul fitri 1439 Hijriyah, Kepolisian Resor 50 Kota, Polda Sumbar mengawasi potensi permainan mafia pangan, BBM dan gas elpiji.
Termasuk, tindak pidana pencurian bermotor, curat dan curas. Bagaimana jurusnya?
“Kami membentuk dua satuan tugas khusus, selain Satgas Pangan,” kata Kapolres 50 Kota AKBP Haris Hadis, kepada Prokabar Minggu (3/6) malam.
Satgas khusus bentukan Kapolres itu, sejatinya ditugasi dalam melakukan patroli ramadhan 1439 hijriyah.

Kedua tim, merupakan gabungan Satuan terkait di Polres serta Polsek. “Kalau satgas khusus patroli itu, mereka terbagi di dalam 4 tim. Masing-masing tim, dipimpin perwira,” kata Haris.
Patroli ini, selain ditujukan untuk mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor (curanmor),pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan, juga konsentrasi mengawasi distribusi pangan.
“Sementara, Kami juga punya satu satuan tugas khusus lagi, yang rutin patroli dengan pakaian preman. Juga ada beberapa tim di dalamnya,” sambung Haris.
Sampai Minggu (3/6), kata Haris, belum ada laporan dan informasi yang didapat terkait dengan praktik penimbunan sembako, BBM maupun penyalahgunaan distribusi gas elpiji.
“Untuk harga sembako, juga masih aman, normal. Belum ada lonjakan. Bersama tim pengawas pangan dari Pemkab dan instansi teekait, kami akan awasi terus,” demikian Haris Hadis.
Sekretaris Dinas Perdagangan dan UKM Limapuluh Kota Ayu Mitria memastikan, sampai minggu ini, tidak ada kendala terkait sembako. “Baim harga maupun pasokannya,” kata Ayu. (vbm)
















