Awas! Gelombang di Mentawai Mencapai Lima Meter

Penulis -

Jumat, 3 Agustus 2018 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Teluk Bayur, Kota Padang, mengimbau nelayan dan jasa transportasi laut agar mewaspadai gelombang setinggi lima meter di wilayah Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai.

“Jasa transportasi laut dan nelayan diminta waspada hingga tiga hari ke depan,” kata Prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur, Ferdy Gustian Utama, Jumat (3/8).

Menurutnya hal tersebut disebabkan oleh pola tekanan tinggi di wilayah perairan barat Australia yang dapat memicu terjadinya peningkatan kecepatan angin timur dengan kecepatan 55 kilomter per jam sehingga juga berdampak pada tinggi gelombang di perairan Sumatera Barat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia menyebutkan gelombang hingga 3,5 meter juga berpotensi terjadi di perairan antara Kepulauan Mentawai dan Kota Padang. “Gelombang maksimum dapat mencapai dua kali perkiraan itu,” kata dia.

Oleh sebab itu ia mengimbau jasa transportasi laut agar berhati-hati ketika melintas di laut. Kemudian untuk nelayan juga diminta berhati-hati dan jika tidak memungkinkan maka melaut harus ditunda dahulu.

“Jangan memaksakan jika tidak memungkinkan karena hal tersebut dapat membahayakan keselamatan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurutnya jasa transportasi laut, kapal nelayan dan kapal-kapal lainnya mesti mewaspadai hal tersebut dan memikirkan ulang ketika hendak melaut.

BMKG Maritim menyarankan semua orang yang beraktifitas di laut agar tidak memaksakan diri dan mengutamakan keselamatan.

Pihaknya menyatakan gelombang di atas 1,25 meter dan angin dengan kecepatan 15 knots per jam tingkat keselamatannya masuk ke dalam risiko tinggi.

Kemudian untuk kapal tongkang tingkat keselamatan yang berisiko tinggi ketika gelombang laut setinggi 1,5 meter dengan kecepatan angin 16 knots, selanjutnya kapal penyeberangan berisiko tinggi berlayar ketika gelombang laut di atas 2,5 meter dan kecepatan angin 17 knots.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara untuk kapal besar seperti kargo, tanker dan pesiar tingkat keselamatan yang berisiko tinggi ketika berlayar yakni ketika gelombang laut setinggi empat meter dan kecepatan angin 27 knots.

Sedangkan kondisi cuaca Sumatera Barat selama Agustus 2018 diperkirakan didominasi hujan ringan. Pihaknya akam memperbaharui informasi terkait perubahan kondisi gelombang laut maupun cuaca di Sumatera Barat. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB