Awas, Ada Ribuan Liter BBM Premium Hasil Olahan Tradisional Beredar di Sumatera Barat

Penulis -

Senin, 17 Februari 2020 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Ribuan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) diamankan tim Polres Pasaman. BBM berjenis premium hasil olahan ini diamankan di Jalan Lintas Padang Sawah, Jorong Padang Sawah, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari.

Didiga kuat, BBM yang dipaket ke dalam 273 jerigen sebanyak 9.320 liter ini bakal diperdagangkan secara ilegal di Pasaman.

“Awalnya tim mandapat info tentang adanya dugaan peredaran BBM ilegal bakal masuk ke Pasaman. Kamipun langsung bergerak dan melakukan pengintaian. Ternyata benar, kami berhasil memgamankan ribuan liter BBM ini,” kata Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya didampingi Kasatresrim, AKP Lazuardi, Senin (17/2).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selain BBM, delapan pelaku juga ikut diamankan. Mereka berinisial AM (53), JM (26), JJ (42), RP (30), ML (27), RJ (19), HN (35), dan GG (17) warga Kabupaten Sijunjung.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Semua BBM Ilegal itu dibawa dengan menggunakan empat unit Mobil Grand Max. Adapun keempat unit Mobil Grand Max itu masing-masing dengan nomor polisi BA 1597 KA, BA 1303 SD, B 2982 SOM, BM 1470 QO,” lanjut AKP Lazuardi.

Dijelaskan AKP Lazuardi, seluruh BBM Ilegal itu, merupakan hasil olahan tradisional masyarakat Palembang di sisa-sisa lubang pertambangan migas. Usai diolah, kemudian dikumpulkan terlebih dahulu di daerah Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Sebelum kemudian dijual secara eceran di seluruh daerah Sumatera Barat dengan menggunakan jerigen berukuran 35 liter.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Bisnis gelap (ilegal) ini dari pengakuan pelaku sudah lama dilakoninya dengan meraup untung yang besar.

“Katanya jenis premium dengan harga murah. Namun secara kualitas belum layak pakai untuk ranmor. Ini sangat beresiko terhadap kesehatan mesin kendaraan,” tukas Lazuardi. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB