Pasaman, Prokabar — Kecanggihan teknologi dalam dunia penyebaran informasi ternyata perlu penyaringan yang benar-benar cermat. Tidak saja itu, informasi di tengah masyarakat juga diharapkan jangan ditelan mentah-mentah oleh si pendengar atau audiens, ini sebabnya.
KBO Satreakrim Polres Pasaman, Zulfahmi menilai, konflik sosial saat ini sangat banyak bersumber dari informasi salah dan diterima mentah-mentah diterima oleh audiens. Masalah kecil, bisa jadi besar hingga terjadi perpecahbelahan antar umat, antar masyarakat bahkan antar keluarga hingga tokoh adat. Bahkan kalaulah terjadi konflik sosial, tidak tertutup kemungkinan terjadi kekerasan dan tumpah darah.
“Jadinya, situasi tidak terkendali atas konflik sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Ini perlu penanganan yang sitematis terencana dan pasti baik itu sebelum dan setelah konflik sosial terjadi,” kata Zulfahmi saat menjadi pemateri dalam sarasehan, dialog dan sosialisasi antisipasi konflik sosial yang digagas Kesbangpol Pasaman.
Lebih lanjut Kakan Kesbangpol Pasaman, Afridansyah dudampingi Budiman, Komisi Intelijen Daerah (Kominda) Sumbar menjelaskan, untuk penanganan dan pencegahan konflik sosial inilah acara tersebut digagas. Apalagi dalam waktu dekat, masyarakat Indonesia bakal melaksanakan Pemilu serentak.
“Kita ingin situasi selalu kondusif di tengah masyarakat. Bagaiamana kiatnya agar tidak terjadi konflik sosial, bagaimana peran ninik mamak dan tokoh masyarakat. Kunci utama itu adalah menegakan kembali bermusyawarah di tengah masyarakat. Mencari informasi sebuah masalah sosial seakurat mungkin, dan bersama-sama mencari benang merahnya,” tutup Afridansyah. (Ola)
















