Agam, Prokabar – Walinagari Sungai Batang, Ahsin Datuak Bandaro Kayo menggagas pertemuan, menfasilitasi Pokdarwis Sungai Batang bersama Bupati Agam, Andri Warman, Kamis (6/1) lalu. Pertemuan awal direncanakan di Mess Pemda Agam di Balakang Balok, Bukittinggi berubah di Kantor Camat Tanjung Raya, Maninjau.
“Benar, pertemuan dihadiri langsung Bapak Bupati Agam, Andri Warman bersama Bapak Syatria Kepala Dinas Pariwisata, Bapak Isra Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Bapak Camat Tanjung Raya Handria Asmi beserta Pokdarwis Sungai Batang serta Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Agam,” ungkap Walinagari Sungai Batang Ahsin Datuak Bandaro Kayo, Jum’at (7/1).
Audiensi itu lanjutnya, sebagai bentuk keseriusan dan komitmen kami bersama Bupati Agam mendukung penuh terobosan akan dilakukan bersama Pokdarwis dan masyarakat. “Kami telah menyusun rencana untuk mempertahankan dan meningkatkan Anugrah Desa Wisata Indonesia yang telah diperoleh 2021 lalu,” tuturnya.
Bupati Agam, Andri Warman dalam pertemuan sangat senang dan menyambut penuh semangat dari komitmen Walinagari dan Pokdarwis Sungai Batang tersebut. “Kami akan semakin serius mendukung penuh dari Desa Wisata Sungai Batang. Kita mulai dari Sungai Batang sebagai percontohan untuk Sumatera Barat, Khususnya di Kabupaten Agam,” terang Bupati Agam.
“Ayo kita mulai dari Sungai Batang. Menjadikan Destinati Wisata Buya Hamka sebagai ikon Kabupaten Agam dan Provinsi Sumatera Barat,” tegasnya.
Syatria, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga juga telah komitmen dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam meningkatkan potensi Wisata Religius dan Budaya di Sungai Batang. “Museum Buya Hamka merupakan ikon paling potensi. Dan Museum inilah yang mengantarkan kita meraih prestasi API dan ADWI 2021. Untuk itu butuh inovasi dan terobosan yang lebih baik, sehingga bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan potensi ini. Kita harus kerjasama yang lebih serius,” ujar Syatria.
Sementara itu, Camat Tanjung Raya Handria Asmi bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga terlibat langsung sebagai Tim dalam kolaborasi sekaligus program terpadu. Akan berupaya melibatkan sejumlah OPD lainnya untuk mendukung memperkuat Desa Wisata Sungai Batang.
“Sebelumnya, kita telah menggagas perencanaan bersama kawan-kawan pemuda terhimpun di Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH). Karena Pandemi Covid-19, peluang berupa pembangunan kawasan Wisata Religius Buya Hamka ini belum dapat terwujudkan,” terang Camat Tanjung Raya.
Walinagari Sungai Batang, Ahsin Datuak Bandaro Kayo menambahkan, Sungai Batang tidak hanya menjadi perhatian serius dari Kemenparekraf, melalui Menteri Sandiaga Uno. Juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Sungai Batang sebagai Desa Budaya. Hal itu dibuktikan Program Platform Pemajuan Kebudayaan dari Dirjen Kebudayaan untuk Sungai Batang.
“Alhamdulillah, melalui Daya Desa dan Daya Warga kita mendapat Program Pemajuan Kebudayaan dan melahirkan Akademisi Surau sebagai Tahapan Rencana Aksi. Hal ini melalui proses melalui Tahapan Temukenali Kebudayaan Lokal dan Tahapan Pengembangan sebelumnya. Program ini berkat terobosan KPGH binaan Bapak Camat Tanjung Raya sejak 2019 lalu,” ulasnya.
Adanya dua Organisasi KPGH dan Pokdarwis yang telah sukses di Tingkat Nasional, jelas menjadi kekuatan dan ujung tombak bersama Pemerintahan Nagari Sungai Batang.
“Kedepan kita akan kolaborasi dengan KAN, BAMUS, Wali Jorong dan Tokoh Masyarakat lainnya, membangun Sungai Batang sebagai percontohan Desa Budaya dan Desa Wisata Nasional. Kami berkeyakinan Kampung Ulama Nan Religius, Budaya dan Sastra ini dapat terwujudkan. Apalagi kita telah menggagas Pendidikan Surau sebagai akar budaya Minangkabau sebagai wadah pemersatu kita di Kenagarian Sungai Batang,” tutupnya. (rud)
















