Padang Pariaman, Prokabar – Usai musibah kebakaran melanda salah seorang tokoh Piaman, kini giliran dunia pendidikan pemondokan mendapat ujian. Enam kamar asrama Pesantren Surau Cubadak Batang Sirah, Bungo Tanjuang, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geeingging, Padang Pariaman terbakar si jago merah. Kejadian Sabtu (25/5) lalu sekitar pukul 20.30 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa ada kejadian itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratuasan juta rupiah.
Menurut Kapolsek Sungai Geringging, Iptu Dasrul, kebakaran menghanguskan bangunan berupa enam unit kamar santri serta surat 1 unit BPKB, 3 unit SNTK, 40 kitab dan uang tunai sebesar Rp12 juta. Total kerugian yang dialami pesantren sekitar Rp400 juta.
Kejadi berawal ketika asrama pemondokan santri itu sedang kosong. Kebakaran diketahui pertama oleh Aris (17), seorang santri saat itu sedang berada tidak jauh dari lokasi.
“Saksi melihat pemondokan ada cahaya terang, setelah itu dia langsung mendekati. Ternyata salah satu kamar pemondokan santri terbakar,” ungkapnya, Senin.
Sementara itu Dinas Sosial Kabupaten Padang Pariaman bertindak cepat terkait kejadian tersebut dengan menurunkan sejumlah tim untuk mendata korban serta keluhan santri yang mengalami korban kebakaran tersebut. Adapun nama-nama santri Pondok Pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah yang menghuni enam unit asrama tersebut adalah Riko Rahman, Irwan, Topit, Ronal, Rian, Yudi, Defran, Rozi, Asnul, Rahmat, Andre dan Nanda.
“12 orang santri tersebut darurat membutuhkan pakaian. Dan kami menghimbau seluruh masyarakat Sumatra Barat, terutama di Kabuaten Padang Pariaman untuk bisa cepat membantu para calon dai’ tersebut,” ajak Kepala Dinas Sosial Padang Pariaman, Hendra Aswara.
Mantan Kepala DPMPTP Padang Pariaman tersebut juga melakukan kebijakan cepat tanggap, terutama kepada dalam lingkungan kerja instansi yang dipimpinnya.
“Kami juga mengajak kawan-kawan pegawai Dinsos P3A yang punya pakaian layak pakai, untuk dibawa dan membantu korban kebakaran tersebut. Sehingga meringankan beban calon Tuanku tersebut. Hal tersebut selain ladang ibadah di bulan suci ini, juga sebagai upaya solidaritas kita sebagai contoh di tengah masyarakat,” pungkas Hendra. (rud/hdp)
















