ASITA Berikan Catatan Penting Soal Pariwisata Sumbar

Penulis -

Selasa, 17 Desember 2019 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar-Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) memberikan beberapa catatan terkait sektor pariwisata di Sumbar.

Pembangunan pariwisata harus berdasarkan skala prioritas. Daerah hendaknya fokus pada destinasi unggulan masing-masing, sehingga lebih terarah dan tidak terbengkalai.

“Jangan latah. Ketika ada satu daerah bikin waterboom, yang lain jangan ikut-ikutan,” ungkap Ketua ASITA Sumbar, Ian Hanafiah pada Prokabar di Padang, Selasa (17/12).

Sesuaikan dengan selera wisatawan yang dijadikan target pemasaran. Sementara, pariwisata di Ranah Minang belum bisa menyesuaikan dengan selera pasar.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Ketika promosi dilakukan ke negara-negara kawasan Eropa, lanjutnya, daerah harus siap dengan segala kebutuhan konsumen seperti makanan, misalnya.

Kuliner di Sumbar terkesan monoton. Sajian hanya sebatas masakan khas daerah. Padahal, pengunjung belum tentu bisa menikmati menu lokal setiap hari.

“Paling mereka bisa memakannya hanya dua atau tiga kali. Nah, di sini mencari menu lain itu sangat susah,” terangnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Destinasi harus bersih. Sampai kini sampah dan ketersediaan toilet yang bersih masih menjadi persoalan paling mendasar di hampir semua destinasi.

Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terlibat. Karena itu, menurutnya, harus ada inovasi dari kepala daerah. Jangan hanya sekedar menjual keindahan alam.

Jika tidak, harapan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru tentunya akan tercapai. Sampai kini, kunjungan wisata Sumbar tidak masuk 10 besar nasional.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Jadi, wajar Bank Indonesia (BI) mengatakan potensi besar wisata kita belum berdampak terhadap ekonomi,” sebutnya.

Sebelumnya, BI mengatakan besarnya potensi pariwisata Sumbar belum memberi arti pada ekonomi daerah. Padahal, ia digadang sebagai sumber pertumbuhan baru.

Kondisi itu terkonfirmasi dari kinerja usaha jasa akomodasi makanan dan minuman. Pada 2018, pertumbuhannya melambat dari 7,96 pada 2017, menjadi 7,35 persen. (tds)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB