Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

ASITA Berikan Catatan Penting Soal Pariwisata Sumbar

Ketua ASITA Sumbar, Ian Hanafiah

Padang, Prokabar-Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) memberikan beberapa catatan terkait sektor pariwisata di Sumbar.

Pembangunan pariwisata harus berdasarkan skala prioritas. Daerah hendaknya fokus pada destinasi unggulan masing-masing, sehingga lebih terarah dan tidak terbengkalai.

“Jangan latah. Ketika ada satu daerah bikin waterboom, yang lain jangan ikut-ikutan,” ungkap Ketua ASITA Sumbar, Ian Hanafiah pada Prokabar di Padang, Selasa (17/12).

Sesuaikan dengan selera wisatawan yang dijadikan target pemasaran. Sementara, pariwisata di Ranah Minang belum bisa menyesuaikan dengan selera pasar.

Ketika promosi dilakukan ke negara-negara kawasan Eropa, lanjutnya, daerah harus siap dengan segala kebutuhan konsumen seperti makanan, misalnya.

Kuliner di Sumbar terkesan monoton. Sajian hanya sebatas masakan khas daerah. Padahal, pengunjung belum tentu bisa menikmati menu lokal setiap hari.

“Paling mereka bisa memakannya hanya dua atau tiga kali. Nah, di sini mencari menu lain itu sangat susah,” terangnya.

Destinasi harus bersih. Sampai kini sampah dan ketersediaan toilet yang bersih masih menjadi persoalan paling mendasar di hampir semua destinasi.

Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terlibat. Karena itu, menurutnya, harus ada inovasi dari kepala daerah. Jangan hanya sekedar menjual keindahan alam.

Jika tidak, harapan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru tentunya akan tercapai. Sampai kini, kunjungan wisata Sumbar tidak masuk 10 besar nasional.

“Jadi, wajar Bank Indonesia (BI) mengatakan potensi besar wisata kita belum berdampak terhadap ekonomi,” sebutnya.

Sebelumnya, BI mengatakan besarnya potensi pariwisata Sumbar belum memberi arti pada ekonomi daerah. Padahal, ia digadang sebagai sumber pertumbuhan baru.

Kondisi itu terkonfirmasi dari kinerja usaha jasa akomodasi makanan dan minuman. Pada 2018, pertumbuhannya melambat dari 7,96 pada 2017, menjadi 7,35 persen. (tds)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top