Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Asimilasi dan Pelayanan Video Call di Lapas II B Lubuk Basung, Dampak Penanganan Covid 19

Dibaca : 153

Agam, Prokabar — Pelayanan di Lapas II B Lubuk Basung turut berubah terkait wabah penanganan Covid 19 ini. Penerapan standar operasional prosedur atau SOP sesuai keputusan presiden Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penerapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat terkait Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19.

Keputusan tersebut berlanjut penandatanganan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Bertujuan percepatan Penanganan Infeksi Virus Corona (Covid 19).

Intruksi kemudian beruntun dari Kementerian Hukum dan Ham RI hingga Kemenkumham Provinsi Sumatra Barat. Dan berlakukan di Lapas II B Lubuk Basung.

Kalapas II B Lubuk Basung, Suroto mengatakan sejak terjadinya wabah Covid 19, hingga diberlakukannya kebijakan penanganannya secara beruntun datang intruksi dan arahan dari pimpinan. “Lembaga Permasyarakat salah satu titip kumpul ratusan narapidana yang menjalankan sangsi hukum. Di sini, terdapat 262 orang napi dengan kapasitas 300 orang. Sementara, terdapat 3 bangunan dan puluhan ruangan untuk napi tersebut,” jelasnya.

Ia melanjutkan tiap ruangan beragam-ragam isinya. Dan jelas sangat rawan penularan jika salah satu saja narapidana terinfeksi Covid 19. “Agar itu tidak terjadi, dibutuhkan penanganan yang sangat ketat. Terutama akses dari luar,” tegasnya.

Sejumlah kebijakan sesuai arahan pimpinan, Suroto memperlakukan pelayanan melalui video call terhadap tamu yang hendak bertemu napi. “Jadi masyarakat atau pihak keluarga yang hendak membesuk, cukup dari rumah saja. Dengan pamanfaatan alat komunikasi video hanpone berjaringan internet. Jadi, Lapas II B Lubuk Basung menutup pelayanan kunjungan langsung seperti biasanya,” terangnya.

Untuk petugas yang bekerja, setiap masuk ke dalam lapas, harus masuk ke Box Sterilisasi dan mencuci tangan terlebih dahulu. Di dalam pun kembali menggunakan hand sanitaizer yang telah disediakan. Standar pelayanan operasional ini sudah diterapkan sejak 24 Maret 2020 lalu.

Selain perubahan penerapan standar pelayanan social distensing, sesuai arahan dan perintah Kemenkumham, awal April 2020 lalu juga diberlakukan Asimilasi sejumlah napi yang memenuhi syarat. “Terdapat 35 orang mendapat Asimilasi, sehubungan dengan arahan pimpinan terpusat. Hal tersebut juga berkaitan dengan kebijakan terhadap penanganan dan pencegahan penyebaran Covid 19,” imbuhnya.

Penyemprotan disinfektan juga hampir setiap saat dilakukan. Untuk penyemprotan massal juga sudah sangat banyak. Baik dari Jajaran Lapas II B Lubuk Basung, maupun dari PMI dan BPBD Agam atau Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Agam.

“Saat ini Napi berjumlah 262 orang dengan jumlah petugas 40 orang yang bertugas secara bergantian. Sejak penanganan Covid 19, aktifitas olahraga dan berjemur setiap hari dilakukan. Binaan juga aktif menanam sayur mayur dan buah-buahan. Aktifitas tersebut akan berdampak positif meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh mereka,” pungkas Kalapas II B Lubuk Basung, Suroto. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top