ASDP Padang Perketat Pemeriksaan Kapal

Penulis -

Kamis, 5 Juli 2018 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, PT Angkutan Sungai Danau dan Perairan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Padang memperketat pemeriksaan kapal mereka sebelum berlayar.

Hal itu dilakukan pascaperistiwa tenggelamnya kapal penyeberangan di Danau Toba dan di Perairan Selayar.

Manajer Usaha dan Teknik ASDP Indonesia Cabang Padang Nikcson Ambarita di Padang, Kamis mengatakan pemeriksaan kapal biasanya dilakukan satu kali dalam seminggu, setelah peristiwa tersebut pemeriksaan kapal wajib dilakukan setiap hari.

“Kami perintahkan anak buah kapal untuk melakukan pemeriksaan setiap hari mulai dari mesin, alat keselamatan, lambung kapal dan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selain pemeriksaan yang dilakukan operator, juga pemeriksaan kapal yang dilakukan oleh pihak Syahbandar. Kapal yang akan berlayar harus mengantongi izin dari dari pihak Syahbandar setelah mereka melakukan pemeriksaan kapal.

Ia mengatakan ASDP IndonesiaCabang Padang saat ini memiliki dua unit kapal untuk mengangkut orang dan barang dari Kota Padang menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai atau sebaliknya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kedua kapal tersebut yaitu KM Gambolo dan KM Ambu-Ambu yang melayani penyebarangan dari Pelabuhan Bungus Kota Padang ke Pelabuhan Tua Peijat, Pulau Sikakap, Pulau Sikabaluan dan Pulau Siberut.

Kapal itu memiliki sistem pengamanan yang cukup memadai mulai mulai dari jaket pelampung sebanyak 400 unit untuk kapasitas 300 penumpang. Selain itu kapal tersebut juga dilengkapi Inflatable Life Raft (ILF) sebagai alat penyelamat.

Di dalam satu kapal terdapat 16 unit ILF, setiap satu ILF dapat menampung 25 orang dan dilengkapi dengan makanan dan minuman untuk bertahan hidup.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia mengatakan kecelakaan kapal penyeberangan yang terjadi beberapa hari lalu tidak mengurangi minat masyarakat melakukan penyeberangan dari Padang ke Mentawai atau sebaliknya.

“Saat ini jumlah penumpang masih tinggi karena masih dalam periode arus balik yakni 50 persen dari kapasitas yang ada. Apabila anak-anak telah bersekolah kembali jumlahnya bias turun lagi,” katanya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB