Arisan Jamban, Inovasi PKH Untuk Masyarakat Panti

Penulis -

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Mendengar kata arisan alias main jula-jula tidak asing lagi. Pada umumnya orang arisan pasti yang diterimanya uang. Bagaimana jika yang diterima fasilitas jamban, ini hasilnya.
Kondisi masyarakat di Nagari Panti, Kecamatan Panti cukup banyak memprihatinkan.

Salah satunya, masih terdapat beberapa Kepala Keluarga (KK) yang tidak memiliki fasilitas kesehatan berupa jamban keluarga. Kalaulah terdesak buang air kecil atau besar, sungai menjadi tujuan utama warga. Jika hujan atau banjir, jangan ditanya, hilang akal dibuatnya. Inilah yang membuat arisan jamban lahir.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Di tangan pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Panti, arisan jamban ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, guna menjamin kesehatan mereka.

“ Melihat kondisi masyarakat yang tidak memiliki fasilitas kesehatan berupa jamban keluarga, saya sebagai pendamping berpikir perlu ada jamban dalam setiap keluarga maka dibentuklah arisan jamban” sebut Mauluddin, Selasa (14/8).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dijelaskan Maulud, inovasi adanya arisan jamban keluarga di salah satu kelompok binaannya tersebut, berawal dari hal yang dialami langsung oleh kelompok. Mereka harus berjuang cukup keras untuk buang air ke sungai yang jauh dari kantor.

“Ternyata, masyarakat hanya butuh stimulus berupa dampingan untuk mau membangun, berperilaku sehat dan tidak hanya mengaharapkan bantuan saja. Melalui arisan jamban tersebut, sekarang sedang berlangsung dua buah pembangunan jamban keluarga di Tanang Baru, Nagari Panti” terang Maulud.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Kelompok binaan di Tanang Baru beranggotakan 22 orang, satu kali dua minggu setiap anggota kelompok arisan Rp20 ribu. Hingga satu bulan terkumpul Rp880.000. “Mereka yang menjadi anggota arisan ini diundi. Siapa namanya yang keluar, itulah yang dibangun. Sampai selesai semua jamban untuk anggota terbangun,” kata Maulud. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB