Pasaman, Prokabar — Mendengar kata arisan alias main jula-jula tidak asing lagi. Pada umumnya orang arisan pasti yang diterimanya uang. Bagaimana jika yang diterima fasilitas jamban, ini hasilnya.
Kondisi masyarakat di Nagari Panti, Kecamatan Panti cukup banyak memprihatinkan.
Salah satunya, masih terdapat beberapa Kepala Keluarga (KK) yang tidak memiliki fasilitas kesehatan berupa jamban keluarga. Kalaulah terdesak buang air kecil atau besar, sungai menjadi tujuan utama warga. Jika hujan atau banjir, jangan ditanya, hilang akal dibuatnya. Inilah yang membuat arisan jamban lahir.
Di tangan pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Panti, arisan jamban ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, guna menjamin kesehatan mereka.
“ Melihat kondisi masyarakat yang tidak memiliki fasilitas kesehatan berupa jamban keluarga, saya sebagai pendamping berpikir perlu ada jamban dalam setiap keluarga maka dibentuklah arisan jamban” sebut Mauluddin, Selasa (14/8).
Dijelaskan Maulud, inovasi adanya arisan jamban keluarga di salah satu kelompok binaannya tersebut, berawal dari hal yang dialami langsung oleh kelompok. Mereka harus berjuang cukup keras untuk buang air ke sungai yang jauh dari kantor.
“Ternyata, masyarakat hanya butuh stimulus berupa dampingan untuk mau membangun, berperilaku sehat dan tidak hanya mengaharapkan bantuan saja. Melalui arisan jamban tersebut, sekarang sedang berlangsung dua buah pembangunan jamban keluarga di Tanang Baru, Nagari Panti” terang Maulud.
Kelompok binaan di Tanang Baru beranggotakan 22 orang, satu kali dua minggu setiap anggota kelompok arisan Rp20 ribu. Hingga satu bulan terkumpul Rp880.000. “Mereka yang menjadi anggota arisan ini diundi. Siapa namanya yang keluar, itulah yang dibangun. Sampai selesai semua jamban untuk anggota terbangun,” kata Maulud. (Ola)
















