Aremania, Salam Satu Jiwa dan Tragedi Kanjuruhan

Penulis -

Senin, 3 Oktober 2022 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saksi bisu pasca kerusuhan, ada sepatu suporter Arema FC tertinggal di salah satu pojok Stadion Kanjuruhan.

Saksi bisu pasca kerusuhan, ada sepatu suporter Arema FC tertinggal di salah satu pojok Stadion Kanjuruhan.

Padang, prokabar – 45 ribu Aremania di Stadion Kanjuruhan. Mereka suporter yang berani tampil berbeda, militan, dan sangat mencintai tim kesayangan mereka. Semuanya bersatu dalam sebuah sebutan; We are Aremania.

Ya, kami adalah Arema! Arek-arek Malang yang bersatu untuk mendukung Arema FC. Hanya ada satu kelompok suporter di Malang, hanya ada Aremania, tak ada kelompok lain, atau terpecah-pecah manjadi beberapa kelompok.

Semuanya bersatu dalam sebuah tagline yang menggetarkan hati, “salam satu jiwa’. Mereka menyebutnya Sasaji.

Bukan hal yang aneh terlihat di Stadion Kanjuruhan, seorang ayah membawa balitanya ke Stadion dan diletakan datas bahu. Karena bagi seorang Aremania, dari bayi mereka sudah di didik menjadi seorang Aremania.

Baca Juga :  Drama Penalti di Budapest! PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Usai Kalahkan Arsenal

Itulah Aremania, dibalik fanatisme dan kecintaan luar biasa kepada timnya, mereka juga “benci” kekalahan tim kesayangan di rumah sendiri.

Mereka akan terus mendukung, berteriak, bernyanyi, mengembangkan syal , dan memberi “teror” kepada pemain tim tamu.

Mereka tak peduli berapa skor selagi peluit panjang belum berbunyi. Aremania benar-benar menjadi pemain ke-12 bagi timnya.

Tetapi, ketika totalitas mereka di tribun berakhir dengan kekalahan, mereka tak suka, kecewa, bahkan ada menangis, dan ada pula yang marah. Semuanya adalah sisi manusiawi seorang suporter yang bereaksi secara spontan ketika timnya kalah.

Baca Juga :  Kalah dari Mataram Utama, Pelatih Joni Efendi Tetap Optimis PSP Lolos

Melawan Persebaya, adalah sebuah pertandingan spesial bagi seorang Aremania. Ini adalah sebuah pertandingan yang harus dimenangkan. Sebuah hasil imbang atau kekalahan dari Persebaya adalah sebuah aib, apalagi di rumah sendiri.

Derby Jatim dan rivalitas yang sudah mendarah daging bertahun-tahun. Boleh kalah dari tim lain, tapi tidak dengan Persebaya!

Selalu begitu, setiap melawan Persebaya, suasana derby sudah terasa di Kota Malang setidaknya seminggu jelang laga. Bagi Aremania sangat penting artinya bagi Arema FC bisa mengalahkan Persebaya, apapun judul pertandingannya.

Akhirnya, Tragedi Kanjuruhan

Bola maut itu terjadi setelah peluit panjang ditiup. Bagai anai-anai keluar sari sarang, penonton menyerbu masuk. “Kenapa kalah?”

Baca Juga :  Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Masuk satu, masuk dua, masuk semua. Polisi yang berada di sana, ambil tindakan menyemprotkan gas air mata.

Tragedi lapangan bola itu, menyayat hati. Rumah sakit tak mampu menampung korban. Kota Malang benar-benar malang. Warga menangis. Sejauh itu, belum seorang pun yang menyatakan mundur dan bertanggungjawab.

Senin (03/10) kota itu masih muram. Di stadion cantik kebangaan kota, kematian jadi sumbu kesedihan panjang. Bola yang amat digandrungi membawa lidah maut.

Tak ada tragedi sehebat dan seburuk ini di Indonesia, sebelumnya.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalah dari Mataram Utama, Pelatih Joni Efendi Tetap Optimis PSP Lolos
Drama Penalti di Budapest! PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Usai Kalahkan Arsenal
Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama
Jerman Umumkan Skuad Final Piala Dunia 2026: Neuer Kembali, Musiala dan Wirtz Jadi Andalan
Dijagokan Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Ini Skuad Timnas Portugal
Pertama Kali Masuk Piala Dunia, Ini Skuad Cape Verde Bertarung di Grup Neraka
Brasil Resmi Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Neymar Kembali, Joao Pedro Dicoret
PSP Tergabung Dalam Grup H Putaran Nasional Liga 4, Bertanding Di Mandala Krida Yogyakarta

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:31 WIB

Kalah dari Mataram Utama, Pelatih Joni Efendi Tetap Optimis PSP Lolos

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:47 WIB

Drama Penalti di Budapest! PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Usai Kalahkan Arsenal

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB

Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:52 WIB

Jerman Umumkan Skuad Final Piala Dunia 2026: Neuer Kembali, Musiala dan Wirtz Jadi Andalan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:13 WIB

Dijagokan Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Ini Skuad Timnas Portugal

Berita Terbaru

Opini

1 Juni dan Utopia yang Tidak Pernah Bermukim

Senin, 1 Jun 2026 - 10:47 WIB