Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Arah Kiblat Mesjid Ishlah Pariangan Diukur Ulang Dosen IAIN Batusangkar

Dibaca : 579

Tanah Datar, Prokabar — Dosen Ilmu Falak Institut Agama Islam Nnegeri (IAIN) Batusangkar Nailurrahmi, M.Ag lakukan pengukuran kembali arah kiblat mesjid Ishlah Pariangan. Pengukuran urang ini merupakan permintaan khusus pengurus masjid tersebut.

Pengukuran arah kiblat mesjid Ishlah Pariangan dihadiri puluhan masyarakat dari berbagai kalangan dan turut hadir jajaran pengurus mesjid, Ninik mamak, pemuda dan remaja mesjid setempat.

“Ini dilakukan karena adanya permintaan dari masyarakat meskipun sudah pernah diukur beberapa tahun yang lalu.“ ucap salah seorang pengurus Masjid.

“Dahulu pernah diukur oleh tim dari Kemenag Tanah Datar dengan metode MAK (Matahari diatas Ka’bah)” tutur salah seorang Ninik mamak yang menyaksikan pengukuran dahulu.

Nailurrahmi menjelaskan, bahwa metode MAK tersebut juga boleh digunakan karena memang matahari diatas Ka’bah ada masanya dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan Juli. Namun metode ini memiliki sedikit kelemahan karena ketelitian dan ketepatan waktu ketika akan mengambil titik pengukuran bayangan tersebut akan mempengaruhi hasil pengukuran.

Hasil pengukuran di mesjid Ishlah Pariangan, terjadi peggeseran arah kiblat sepanjang dua derajat dari semula karena menggunakan GPS, Pencari Arah Kiblat, Busur dan Segitiga Arah Kiblat.

“Pergeseran dua derajat tersebut berarti ada arah yang bergeser sepanjang 220 KM karena satu derajat di GPS setara dengan 110 KM” ujar Nailurrahmi.

Masyarakat Pariangan sangat puas dengan hasil ini karena bisa ikut langsung pengukuran tersebut serta disediakan waktu untuk berdiskusi setelah acara pengukuran selesai.
Ketua Pengurus mesjid Ishlah Pariangan Suherdi, S.Ag dan bendahara A. Dt. Rajo Panghulu adalah dua figur pengurus mesjid yang inovatif dan responsif terhadap usulan masyarakat. Pengukuran ini dilakukan kembali karena ada permintaan dari beberapa anggota masyarakat dan tikar mesjid Ishlah Pariangan ini akan diperbaharui semuanya. Kata mereka.

Sementara itu Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA, ini bagaian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama kita di IAIN Batusangkar, salah satunya Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, tentunya ini bagian kepedulian kita Perguruan Tinggi Islam terhadap masyarakat.

“Mudah-mudahan yang dilakukan oleh salah satu dosen Ilmu Falak kita akan memberikan arti pentingnya arah kiblat bagi ibadah shalat umat muslim, ini sudah disepakati para Imam Madzab; Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Maliki, dan Imam Hambali yang mengatakan bahwa menghadap kiblat adalah sarat sahnya salat.

Maka bisa ditarik kesimpulan, jika syarat ini tidak terpenuhi maka salat seorang muslim tidak dikatakan sah dan harus mengulang, terkecuali pada kasus-kasus tertentu semisal shalat di dalam kendaraan, shalat khauf (shalat dalam perang), serta hal-hal yang menyulitkan seseorang untuk mengetahui posisi kiblat. “tutup Kasmuri.(eym)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top